KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bireuen menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja dan beasiswa pendidikan dengan total Rp493 juta kepada tiga ahli waris pekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen.
Penyerahan santunan tersebut berlangsung dalam Evaluasi Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Jasa Konstruksi yang digelar di Ballroom Hotel Bireuen Jaya, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bireuen, ir. H. Mukhlis, S.T., yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Ismunandar, S.T., M.T.
Adapun santunan pertama diserahkan kepada ahli waris almarhum Syahrizal Putra, pekerja pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan/UPTD SDN 18 Peusangan, sebesar Rp211,5 juta.
Santunan tersebut terdiri atas Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta dan beasiswa untuk dua orang anak sebesar Rp169,5 juta.

Selanjutnya, ahli waris almarhum Basri Adam, pekerja pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menerima santunan sebesar Rp197,5 juta. Rinciannya, santunan JKM sebesar Rp118 juta dan beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp79,5 juta.
Sementara itu, ahli waris almarhum Martunis Mahyiddin, pekerja pada Dinas Pertanahan, menerima santunan sebesar Rp42 juta.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Bireuen, Ismunandar mengatakan, evaluasi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya pada sektor jasa konstruksi, masih menemukan adanya perusahaan yang belum mendaftarkan paket pekerjaannya.
Karena itu, dia mengimbau seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) yang memiliki kegiatan, baik pada tahap perencanaan, pengawasan, maupun konstruksi, agar mempersyaratkan pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi setiap paket pekerjaan yang berjalan.
Menurutnya, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan penting untuk memberikan jaminan kepada pekerja ketika menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan pekerjaannya, termasuk kecelakaan kerja dan kematian.

“Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bukanlah semata-mata berbicara mengenai pemenuhan administrasi atau kewajiban perusahaan semata. Lebih dari itu, hal ini adalah wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keselamatan dan kesejahteraan para pekerjanya,” ujar Ismunandar.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bireuen, Yulia Agustina, S.E., M.M., menyampaikan, santunan yang diserahkan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Dia juga berharap, beasiswa yang diterima anak-anak almarhum dapat membantu mereka melanjutkan pendidikan hingga selesai.
Yulia turut mendorong Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk memperluas cakupan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja di wilayah tersebut, terutama pekerja rentan.
“Pemkab diharapkan bisa meng-cover perlindungan untuk pekerja rentan yang ada di Kabupaten Bireuen. Dari persentase tadi, kita melihat yang paling rendah adalah pekerja informal, bukan penerima upah,” jelas Yulia. (Hermanto)











