BGN Wacanakan MBG Dikelola Kantin Sekolah, Relawan SPPG: Jangan Biarkan Kami Kembali Jadi Pengangguran

KABAR BIREUEN, Bireuen – Wacana Badan Gizi Nasional (BGN) melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai reaksi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bireuen.

Relawan SPPG Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Ferdi Sanjaya (27) kepada Kabar Bireuen, Kamis (10/9/2026), mengaku khawatir dengan wacana BGN mengalihkan pengelolaan MBG diserahkan ke pihak sekolah.

Menurutnya, keberadaan SPPG di sejumlah titik tidak hanya memenuhi penyediaan MBG untuk masyarakat, terutama anak sekolah. Tetapi, multi efek dari program mulia Presiden Prabowo Subianto juga perlu diperhatikan.

“Dampak hadirnya dapur MBG telah mengurangi angka pengangguran di setiap daerah. Rata-rata relawan dapur MBG warga miskin dan perempuan janda,” ungkap Ferdi Sanjaya.

Ia berharap, Pemerintah melalui BGN dapat mengkaji ulang wacana menjadikan kantin sekolah sebagai fungsi utama SPPG dalam program pengelolaan MBG.

Selama ini, kata Ferdi, kehadiran SPPG mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar, baik sebagai pemasok bahan makanan maupun sebagai relawan dapur yang bertugas mulai dari persiapan sampai penyaluran MBG.

“Harapan kami, Pemerintah bisa mempertimbangkan kembali wacana itu,” ujar pemuda asal Gampong (Desa) Blang Keutumba, Kecamatan Juli ini.

Hal sama diungkapkan relawan SPPG Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Ilham (36).

BACA JUGA: SPPG Keude Matang Glumpang Dua: Wacana Kantin MBG Perlu Dikaji dengan Memperhatikan Standar Gizi dan Keamanan Pangan

Pria beristri yang memiliki dua anak ini juga mengaku khawatir jika SPPG tempatnya bekerja selama ini harus ditutup.

“Kalau sampai dapur MBG tempat kami bekerja, bagaimana nasib 47 relawan yang selama ini menggantung nasib dari SPPG,” ujar Ilham.

Ia juga berharap, Pemerintah mengkaji ulang wacana itu. “Kalau ada kekurangan di pihak SPPG, diberikan pembinaan atau evaluasi, bukan dialihkan pengelolaan ke pihak yang baru. Apakah ada jaminan jika MBG dikelola kantin sekolah akan sesuai harapan?,” kata Ilham lagi.

Relawan SPPG Pante Piyeu, Kecamatan Peusangan, Afdal (27) yang ditemui Kabar Bireuen pada kesempatan sama juga mendukung sikap dua rekannya. Menurutnya, rekannya di SPPG Pante Piyeu mulai mencurahkan keresahannya dengan sesama relawan.

“Keinginan kami relawan, BGN harus tetap mempertahankan MBG dikelola oleh SPPG. Kalau ada kelemahan sama-sama diperkuat dan dibuat pengawasan lebih ketat lagi,” katanya.

Menurut Afdal, kalau MBG dikelola langsung oleh sekolah melalui kantin dikhawatirkan akan menambah beban kepala sekolah dan guru.

“Jangan sampai kewajiban mengajar guru disibukkan untuk mengurus dapur MBG. Selain itu, perubahan skema pengelolaan butuh waktu panjang untuk mempersiapkan fasilitas dan sumber daya manusia,” pungkasnya. (Rizanur) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Perbaikan Penutup Saluran Sepanjang 223 Meter di Pasar Cureh Dikerjakan 2027, Sementara Dipasang Papan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop) Kabupaten Bireuen memastikan penutup saluran di kawasan Pasar Ikan Cureh di Pasar Induk Bireuen, Desa...

Warga Terperosok ke Saluran di Pasar Ikan Cureh, Dinas Terkait Diminta Turun Tangan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Kondisi penutup selokan di kawasan Pasar Ikan Cureh di Pasar Induk Bireuen di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, dikeluhkan...

Jaksa Masuk Dayah, Santri Pesantren Mahasiswa Jamiah Kebangsaan Bireuen Dibekali Literasi Hukum dan Keuangan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Ratusan santri dan santriwati Pesantren Mahasiswa Jamiah Kebangsaan Indonesia Bireuen mendapat pembekalan tentang hukum dan literasi keuangan perbankan syariah. Edukasi...

SPPG Keude Matang Glumpang Dua: Wacana Kantin MBG Perlu Dikaji dengan Memperhatikan Standar Gizi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keude Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, menolak wacana menjadikan kantin sekolah sebagai fungsi...

Hadiri Pelantikan PW HUDA Bireuen, Wabup Razuardi Ajak Perkuat Kemitraan Ulama dan Pemerintah

0
KABAR BIREUEN,Peusangan- Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., menghadiri acara Pelantikan Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah Aceh (PW HUDA) Kabupaten Bireuen periode 2026–2031, di...

KABAR POPULER

Temui Menteri Sosial, Bupati Bireuen Kawal Percepatan Penyaluran Jadup Korban Banjir dan Longsor

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T. langsung menghadap Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta...

SPPG Keude Matang Glumpang Dua: Wacana Kantin MBG Perlu Dikaji dengan Memperhatikan Standar Gizi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keude Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, menolak wacana menjadikan kantin sekolah sebagai fungsi...

Menteri Sosial Pastikan, Penyaluran Jadup untuk Keluarga Terdampak Bencana di Bireuen Dipercepat

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf memastikan komitmen pemerintah mempercepat penyaluran jaminan hidup (jadup) bagi keluarga terdampak bencana di Kabupaten...

Warga Terperosok ke Saluran di Pasar Ikan Cureh, Dinas Terkait Diminta Turun Tangan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Kondisi penutup selokan di kawasan Pasar Ikan Cureh di Pasar Induk Bireuen di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, dikeluhkan...

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Aceh pada 2026 mencapai sekitar Rp25,65 triliun. Dari angka tersebut, Pemerintah Pusat...