KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Ir. H. Muslim Armas, didampingi H Zainal Abidin Hussein SE, mantan anggota DPR RI 2004-2009, Ketua Koordinator Relawan TIM Bireuen, Rudi Permana serta sejumlah relawan mengunjungi tenda belajar siswa UPTD SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Selasa (15/9/2026).
Kedatangan rombongan TIM Jakarta itu untuk melihat langsung kondisi sekolah yang berlokasi di Desa Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng yang hingga kini masih melaksanakan proses belajar mengajar di tenda darurat.
Kunjungan tersebut menjadi momen penuh haru bagi para siswa dan guru yang terdampak bencana banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
Dalam kunjungan itu, Muslim Armas menyerahkan bantuan secara simbolis pakaian olahraga dan sampul raport kepada siswa.
Selain itu, Muslim yang baru saja terpilih sebagai ketua TIM untuk periode kedua menyerahkan bantuan sembako kepada 17 guru sekolah tersebut
Pada kesempatan itu, memberikan motivasi dan semangat kepada 42 siswa SDN 5 Peusangan Siblah Krueng yang hingga kini belum dapat kembali belajar di gedung sekolah mereka.
Bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat diterjang banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke tenda sebagai tempat belajar sementara.
Kedatangan Ketua Umum TIM Jakarta tersebut disambut antusias oleh para guru dan siswa.
Suasana semakin mengharukan ketika guru dan siswa mencurahkan perasaan mereka melalui pembacaan puisi.
Puisi tersebut menggambarkan kerinduan para siswa untuk kembali belajar di sekolah yang layak serta harapan agar kondisi sekolah mereka segera pulih.

Di tengah keterbatasan fasilitas, para siswa tetap berusaha mengikuti pelajaran. Begitu pula para guru yang terus menjalankan tugas mendidik meskipun harus bekerja dalam kondisi yang jauh dari ideal.
Muslim Armas dalam sambutannya menyebutkan, Satgas Taman Iskandar Muda Peduli Aceh Sumatera, sampai hari ini ya sudah sembilan bulan ya, masih setia menemani para korban, menyalurkan bantuan yang dikumpulkan dari Jakarta.
”Sampai saat ini ya, walaupun sudah 9 bulan, Taman Iskandar Muda masih menyalurkan bantuan. Kita berusaha, di saat organisasi lain mungkin sudah lama pergi, kita masih tunjukkan kalau kita ada di sini,” jelasnya.
Muslim turut prihatin melihat kondisi siswa yang sudah 9 bulan lamanya, masih belajar di tenda.
“Kita akan menanyakan nanti kepada Dinas, kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen kapan akan dibangun. Dan apakah bantuannya dari Pusat atau dari daerah, yang penting kita akan cari tahu dulu terkait hal tersebut, kapan akan dibangun,” sebutnya.
Muslim juga memberikan motivasi kepada siswa agar tidak kehilangan semangat belajar akibat musibah yang mereka alami.
Ia juga menyampaikan, kondisi yang dihadapi para siswa bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.
Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan meskipun sarana dan prasarana sekolah mengalami kerusakan.
Kepada para guru, Muslim Armas juga menyampaikan apresiasi atas keteguhan mereka mendampingi anak-anak selama berada di tenda pengungsian atau tempat belajar sementara.
“Kita harus terus memberikan semangat kepada anak-anak. Jangan sampai musibah ini membuat mereka kehilangan harapan dan semangat untuk belajar,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Muslim sempat menggelar kuis tentang sejarah yang berhasil dijawab oleh siswa. Sebagai bentuk apresiasi, pengusaha lulusan ITB Bandung itu menyerahkan uang saku kepada mereka.
Kunjungan Ketua TIM Jakarta ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah yang terdampak bencana.
Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat meringankan kebutuhan siswa dan guru sekaligus menjadi penyemangat bagi keluarga besar SDN 5 Peusangan Siblah Krueng.
Berharap Kepastian Pembangunan Kembali Sekolah
Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Taman Iskandar Muda Jakarta.
Kepala UPTD SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Masran, S.Pd mengisahkan, sembilan bulan yang lalu, sekolah tersebut diterjang banjir.
“Air Krueng Peusangan ini merendam dan menghancurkan sekolah kami. Buku, kursi, meja, dan semangat kami sempat hanyut,” ungkapnya.
Namun, dengan kedatangan Bapak dan Ibu dari Taman Iskandar Muda hari ini adalah obat bagi kami. Obat yang menguatkan mereka tetap tegar, obat yang dapat mengingatkan mereka tidak sendiri.
”Saudara-saudara kami di perantauan di Jakarta masih mengingatkan Aceh, masih pedulikan kami dan anak-anak Peusangan Siblah Krueng,” sebutnya.
Dikatakannya, dengan kehadiran Bapak dan Ibu, bukan saja membawa bantuan, tapi juga membawa harapan supaya siswa serta guru-guru bisa bangkit kembali.
Masran mengungkapkan, sudah sembilan bulan, pihaknya belum mendapatkan kepastian dari dinas terkait yang untuk membangun sekolah ini kembali.
“Saya mohon kepada Bapak, kalau bisa Bapak ini bagaimana di Jakarta supaya cepat untuk dibangun sekolah ini,” harapnya.
SDN 5 Peusangan Siblah Krueng bantuan Unicef tahun 2009 yang berjarak 200 meter dari Krueng Peusangan rusak total dan hancur diterjang banjir. (Ihkwati)













