KABAR BIREUEN, Bandung – Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) memperkuat kerja sama akademik dengan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), terutama dalam pengembangan riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama (KKS) antara kedua institusi yang sekaligus diimplementasikan melalui kegiatan Guest Lecture Series SAPPK ITB, Bandung, Rabu (2/9/2026).
KKS tersebut ditandatangani Dekan Fakultas Teknik Umuslim, Dr. Muhammad Yanis, S.T., M.T., bersama Dekan SAPPK ITB, Prof. Dr. Eng. Puspita Dirgahayani, S.T., M.Eng., di Ruang Rapat Multitransport, lantai Labtek 9A, Gedung SAPPK ITB, Jalan Ganesha No. 10, Bandung.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, pengembangan akademik, riset dan publikasi ilmiah, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dari Fakultas Teknik Umuslim turut hadir Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ir. Richard Mareno, S.T., M.T., serta Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan, Ir. Maysa Fithri, S.ST., M.T. Sementara dari SAPPK ITB hadir Ir. Budi Faisal, M.A.UD., MLA, Ph.D., Nurrohman Wijaya, Ph.D., dan Dr. GES Mohammad Zaini Dahlan, S.P., M.Si.
Kuliah Tamu Bahas Banjir Bandang di Aceh
Implementasi awal kerja sama tersebut diwujudkan melalui Guest Lecture Series SAPPK ITB dengan menghadirkan dosen Fakultas Teknik Umuslim, Dr. Cut Azizah, S.T., M.T., sebagai narasumber.
Dalam kuliah tamu yang berlangsung di Studio Lantai 3, Labtek IXB SAPPK ITB, Cut Azizah membawakan materi bertajuk “Bertahan atau Pindah? Pembelajaran dari Lanskap Rawan Banjir Bandang di Aceh.”
Materi tersebut mengangkat pengalaman dan pembelajaran dari kawasan di Aceh yang memiliki kerawanan terhadap banjir bandang.

Persoalan banjir bandang, menurut materi yang dibahas, tidak semata-mata berkaitan dengan aspek teknis hidrologi. Ancaman tersebut juga berkaitan erat dengan perencanaan ruang, kondisi lanskap, pengelolaan lingkungan, hingga kesiapsiagaan masyarakat.
Pembahasan itu sekaligus menunjukkan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam menghadapi persoalan lingkungan dan kebencanaan yang semakin kompleks.
SAPPK ITB dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ilmu, inovasi, serta kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan binaan, wilayah, dan perencanaan pembangunan.
Melalui kerja sama tersebut, Fakultas Teknik Umuslim berpeluang memperluas kolaborasi di berbagai bidang keilmuan, khususnya arsitektur, teknik sipil, ilmu lingkungan, serta bidang terkait lainnya.
Ruang kolaborasi yang dibuka mencakup guest lecture, collaborative studio dan laboratorium, pertukaran serta rekognisi kredit akademik mahasiswa, studi lanjut dosen program doktor berbasis riset, short course dan pelatihan, joint research dan publikasi ilmiah, hingga pendampingan desa dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama Umuslim dan ITB diharapkan tidak berhenti pada penguatan hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan pengetahuan dan solusi yang relevan dengan persoalan nyata di masyarakat.
Sejumlah tantangan seperti urbanisasi, perubahan iklim, ketimpangan wilayah, serta kebutuhan tata kelola perkotaan dan regional yang inklusif membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan kolaborasi antarlembaga pendidikan.
Bagi Fakultas Teknik Umuslim, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan strategis untuk meningkatkan mutu Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat daya saing lulusan dan institusi di tingkat nasional. (Red)











