Temui Mensos, Pemkab Bireuen Minta Kepastian Jadup bagi Masyarakat Terdampak Bencana

KABAR BIREUEN, Bireuen– Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Bireuen terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI untuk memastikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen dapat segera direalisasikan.

Karena sampai saat ini, penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup), stimulan ekonomi, dan uang ganti perabot bagi masyarakat terdampak bencana di Bireuen belum sepenuhnya tuntas.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Bireuen, Dr. Alfian, M.Pd kepada media, Selasa (1/9/2026).

Alfian menyebutkan, dia yang didampingi Tgk H Nuruzzahri (Waled Nu), telah bertemu dengan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Alfian menyampaikan perkembangan penyaluran jadup di Bireuen sekaligus meminta kejelasan mengenai tahapan dan proses usulan yang masih menunggu di tingkat pusat.

Alfian mengatakan, Pemkab Bireuen memahami penyaluran bantuan harus melalui proses verifikasi, validasi, dan pemadanan data.

Namun, masyarakat juga membutuhkan kepastian mengenai perkembangan bantuan yang mereka tunggu.

“Kami memahami, penyaluran bantuan harus melalui proses verifikasi, validasi dan pemadanan data. Namun masyarakat juga membutuhkan kepastian. Karena itu, kami ingin mengetahui secara jelas, apa kendala yang masih menyebabkan sebagian usulan jadup Bireuen belum tersalurkan,” sebut Alfian kepada Gus Ipul.

Mendengar penjelasan tersebut, Gus Ipul kemudian menanyakan secara teknis perkembangan usulan jadup Bireuen kepada direktur terkait bidang kebencanaan.

Dari penjelasan yang diterima, Bireuen saat ini berada dalam antrean tahap 10, sementara proses di Kementerian Sosial sedang berjalan pada tahap 9.

Gus Ipul menjelaskan, belum tersalurnya seluruh usulan bukan berarti bantuan dihentikan, melainkan masih menunggu tahapan proses sesuai mekanisme yang berlaku di Kemensos.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, pengusulan jadup dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama mencakup 4.943 kepala keluarga (KK), tahap kedua sebanyak 703 KK yang sebagian besar merupakan korban relokasi rumah, tahap ketiga sebanyak 1.788 KK, tahap keempat sebanyak 20.593 KK, dan tahap kelima sebanyak 2.567 KK.

Plt. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Bireuen, Dr. Alfian, M.Pd., didampingi Tgk H Nuruzzahri (Waled Nu) foto bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Foto: Dok.Pribadi)

Selain jumlah tersebut, data penerima masih berpotensi bertambah dengan adanya sekitar 3.000 KK gantung yang masih membutuhkan proses verifikasi dan pemadanan data sesuai ketentuan.

Dari keseluruhan proses penyaluran tersebut, baru 4.760 KK yang telah menerima bantuan. Sementara itu, penerima lainnya masih menunggu proses lebih lanjut di tingkat pemerintah pusat.

Alfian menegaskan, Pemkab Bireuen akan terus mengawal proses tersebut dan tidak berhenti pada penyampaian usulan.

Koordinasi dengan Kementerian Sosial akan terus dilakukan untuk memastikan data yang telah diverifikasi di daerah dapat diproses sesuai tahapan yang berlaku.

“Posisi kami jelas, bukan mencari siapa yang salah. Kami ingin memastikan apa kendalanya, bagaimana tahapannya, dan kapan masyarakat bisa mendapatkan kepastian. Kalau memang prosesnya sedang antre dan berjalan, tentu kami perlu menjelaskan itu kepada masyarakat secara terbuka,” tegas Alfian.

Alfian juga menjelaskan, jadup disalurkan melalui mekanisme transfer dari Kementerian Sosial kepada lembaga penyalur, yakni Kantor Pos.

Selanjutnya, penerima mengambil bantuan secara langsung berdasarkan undangan dari Kantor Pos.

Karena itu, Alfian menegaskan dana jadup tidak masuk dan mengendap di rekening kas daerah.

“Penyaluran jadup adalah melalui mekanisme transfer dari Kemensos ke lembaga penyalur, yaitu Kantor Pos, yang langsung diambil oleh penerima berdasarkan undangan dari Kantor Pos. Jadi tidak benar bahwa dana itu ditransfer ke daerah dan mengendap di kas daerah,” jelas Alfian.

Lebih lanjut Alfian menuturkan, jadup bukan sekadar program bantuan, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Karena itu, proses penyalurannya perlu dikawal hingga bantuan diterima masyarakat yang memenuhi ketentuan.

“Kami akan terus mengawal sampai tuntas. Yang kami perjuangkan adalah kepastian bagi masyarakat. Selama datanya memenuhi ketentuan, tentu hak masyarakat harus kita perjuangkan bersama melalui mekanisme yang berlaku,” pungkasnya.(Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Realisasi Anggaran Tambahan TKD Aceh 2026 Capai Rp621,96 Miliar, Publik Dapat Pantau Langsung Lewat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Angka penyerapan dana Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Aceh Tahun Anggaran 2026 terus bergerak naik. Hingga Jumat malam (16/10/2026)...

Harumkan Nama Aceh di Kancah Nasional, Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara III MTQMN UNP...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Dua mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) berhasil mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional dengan meraih Juara III pada ajang...

Tokoh Peusangan Raya Pertanyakan Isu Aset Wakaf Yayasan Almuslim Jadi Jaminan Uang Rp5 Miliar

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Para tokoh masyarakat Peusangan Raya, Kabupaten Bireuen mempertanyakan isu aset wakaf milik Yayasan Almuslim Peusangan dijadikan jaminan (agunan) bank untuk...

Kapolres Bireuen Subuh Keliling di Masjid Baitul Izzah, Ajak Masyarakat Cegah Narkoba, Bullying dan...

0
KABAR BIREUEN,Peusangan- Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., bersama PJU dan personel menggelar subuh keliling di Masjid Baitul Izzah, Gampong Cot Bada Tunong,...

Bupati Bireuen Kerahkan Ekskavator Normalisasi Irigasi Lueng Asan di Simpang Mamplam

0
KABAR BIREUEN, Simpang Mamplam– Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., meninjau kondisi irigasi Lueng Asan di Kemukiman Tiga, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Jumat...

KABAR POPULER

Tokoh Peusangan Raya Pertanyakan Isu Aset Wakaf Yayasan Almuslim Jadi Jaminan Uang Rp5 Miliar

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Para tokoh masyarakat Peusangan Raya, Kabupaten Bireuen mempertanyakan isu aset wakaf milik Yayasan Almuslim Peusangan dijadikan jaminan (agunan) bank untuk...

Gampong Tanjong Mesjid Juara Piala Kepemudaan Kemukiman GLP7 Cup 2026

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Tim Gampong Tanjong Mesjid, Kecamatan Peusangan, berhasil keluar sebagai juara pertama  turnamen sepak bola mini soccer Piala Kepemudaan Kemukiman GLP7...

Kalahkan Gandapura Lewat Adu Penalti, Jangka Juara Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T, secara resmi menutup Kejuaraan Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati Bireuen 2026, dalam...

Tindak Lanjuti Usulan Bupati Mukhlis, Kemendagri Serahkan Lima Ekskavator untuk Penanganan Banjir di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menerima lima unit alat berat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung percepatan penanganan banjir, pengerukan...

Dua Prodi di Umuslim Raih Hibah PP-PTS 2026, Perkuat Laboratorium Digital dan Robotik

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Almuslim (Umuslim) kembali memperoleh dukungan pendanaan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Dua program studinya, yakni Teknik Sipil dan Informatika,...