RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen 20 Tahun ke Depan Mulai Dirancang, Ini Harapan Bupati Mukhlis

KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bireuen sebagai pedoman pembangunan kota untuk 20 tahun ke depan. Dokumen ini diharapkan tidak hanya menata pemanfaatan ruang, tetapi juga memberi kepastian investasi, melindungi lingkungan, serta mengarahkan pembangunan infrastruktur secara lebih terukur.

Hal itu disampaikan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., saat membuka Konsultasi Publik I Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat, di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Selasa (1/9/2026).

Menurut Mukhlis, perkembangan Bireuen yang semakin pesat, harus diikuti dengan perencanaan tata ruang yang jelas agar pertumbuhan kawasan perkotaan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“RDTR ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi menjadi kompas strategis dalam mengarahkan pembangunan Bireuen untuk 20 tahun ke depan,” kata Mukhlis.

Dijelaskannya, RDTR akan menjadi pedoman dalam menentukan kawasan untuk permukiman, perdagangan, perkantoran, industri, fasilitas umum, ruang terbuka hijau, jaringan jalan, hingga berbagai kegiatan lainnya, termasuk ketentuan pemanfaatan dan intensitas ruang.

Mukhlis menilai, pertumbuhan aktivitas perdagangan, permukiman, mobilitas masyarakat, serta kegiatan ekonomi di Bireuen terus meningkat. Karena itu, pembangunan perlu diarahkan agar berlangsung tertib, aman, nyaman dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Selain mengatur pemanfaatan ruang, RDTR juga dinilai penting untuk menciptakan kepastian bagi dunia usaha dan mendorong investasi. Terlebih, RDTR nantinya dapat diintegrasikan dengan sistem Online Single Submission (OSS) sehingga informasi tata ruang dapat menjadi dasar dalam proses perizinan berusaha.

“RDTR harus memberikan kepastian kepada masyarakat dan dunia usaha, sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengarahkan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik,” ujarnya.

Foto bersama usai pembukaan Konsultasi Publik I Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen. (Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

Bupati Mukhlis juga meminta penyusunan RDTR tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Perlindungan lahan pertanian produktif, lingkungan hidup dan kawasan rawan bencana juga harus menjadi bagian penting dalam perencanaan.

Dia menekankan agar perkembangan kawasan perkotaan, tidak mengorbankan lahan pertanian pangan yang menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan.

Selain itu, sungai, kawasan pesisir, ruang terbuka hijau dan kawasan yang memiliki fungsi ekologis, harus mendapat perlindungan. Pembangunan juga harus memperhitungkan potensi banjir, gempa bumi dan risiko bencana lainnya.

“Kita tidak ingin membangun kota yang hanya terlihat maju. Kita ingin bireuen menjadi kawasan perkotaan yang aman, nyaman, sehat, produktif dan tangguh,” tegasMukhlis.

Diharapkannya, konsultasi publik ini tidak berhenti sebagai kegiatan formalitas. Seluruh pemangku kepentingan diminta menyampaikan masukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, sehingga RDTR yang dihasilkan memiliki dasar teknis dan hukum yang kuat sekaligus mendapat legitimasi dari masyarakat.

Data Geospasial Jadi Dasar Penyusunan

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bireuen, Ir. Fadhli, S.T., M.T., mengatakan, penyusunan RDTR saat ini telah memasuki tahap konsultasi publik I, setelah melalui sejumlah tahapan persiapan, pengumpulan dan kompilasi data, penelaahan kebijakan serta identifikasi awal kondisi dan permasalahan kawasan.

Kepala Dinas PUPR Bireuen, Ir. Fadhli, S.T., M.T., sedang menyampaikan laporan Konsultasi Publik I Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen. (Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

Menurut Fadhli, tim penyusun juga telah melakukan asistensi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), khususnya terkait data dan informasi geospasial yang menjadi salah satu dasar utama dalam penyusunan RDTR.

“Kualitas RDTR sangat bergantung pada kualitas data dan peta yang menjadi dasar analisis dan perencanaan,” jelas Fadhli.

Dia menambahkan, RDTR yang disusun diharapkan mampu memberikan kejelasan mengenai kegiatan yang dapat dikembangkan, lokasi pengembangannya, serta ketentuan yang harus dipenuhi masyarakat maupun pelaku usaha.

Integrasi RDTR dengan sistem OSS juga diharapkan dapat memberikan kepastian dan kemudahan dalam proses kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, sehingga mampu menciptakan iklim investasi yang lebih transparan dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembukaan lapangan kerja.

Fadhli berharap, seluruh peserta konsultasi publik I ini memberikan masukan secara terbuka, objektif dan konstruktif agar dokumen RDTR tidak hanya baik secara teknis, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan di lapangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, S.T., M.T., para pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemkab Bireuen, Kepala Bidang Tata Ruang dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Dinas PUPR Provinsi Aceh, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, LSM, pelaku usaha/pengembang dan investor, serta Tim Penyusun RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen. (Hermanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

UNIKI Peringati Maulid Nabi, Momentum Memperkuat Keteladanan Rasulullah dan Berbagi dengan Anak Yatim

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperkuat nilai keislaman dan kepedulian sosial melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan...

Pemkab Bireuen Gelar Malam Pisah Sambut Danyonif 113/Jaya Sakti, Wabup Razuardi Harapkan Sinergi Terus...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuadi, M.T. menghadiri acara pisah sambut Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 113/Jaya Sakti dari Letkol Inf. Agus Susanto, S.Sos.,...

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — PT Bank Aceh Syariah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memperkuat sinergi dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui...

Buka MTQ ke-38 Kecamatan Makmur, Camat Asrial Vahmi Ajak Masyarakat Perkuat Kecintaan Terhadap Al-Qur’an...

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Kecamatan Makmur menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun generasi muda...

Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie

0
KABAR BIREUEN, 0‎Pidie — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan, tidak ada kompromi dalam hal pemberantasan narkotika. Ia memastikan penindakan tegas akan dilakukan...

KABAR POPULER

Sejumlah Keuchik di Jangka Serukan Transparansi Harta Wakaf dan Musyawarah Terbuka demi Masa Depan...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepedulian terhadap masa depan Yayasan Almuslim Peusangan makin menguat. Sejumlah keuchik di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen mengharapkan proses pergantian kepemimpinan...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie

0
KABAR BIREUEN, 0‎Pidie — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan, tidak ada kompromi dalam hal pemberantasan narkotika. Ia memastikan penindakan tegas akan dilakukan...

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...