KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah (DPD) menyelenggarakan pelatihan manajemen dayah.
Pelatihan tersebut diikuti puluhan peserta terdiri dari pimpinan dan pengurus dayah dalam Kabupaten Bireuen.
Kegiatan dibuka Bupati Bireuen, Ir, H. Mukhlis, ST, diwakili Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, S.H.,M.M, di Aula Dinas Syariat Islam (Gedung LPTQ) Bireuen, Rabu, 26 Agustus 2026.
Pada kesempatan itu, Mulyadi, membacakan sambutan tertulis Bupati Bireuen, dikatakan, pelatihan manajemen ini merupakan langkah taktis dan nyata untuk memperluas jangkauan transformasi digital secara merata.
Ini adalah ikhtiar nyata agar semangat digitalisasi tidak hanya berhenti di tingkat dinas, tetapi juga mengalir deras dan diterapkan langsung di setiap dayah yang ada di Kabupaten Bireuen.
Melalui pelatihan digitalisasi manajemen ini, kami sangat mengharapkan agar para pengurus dayah dapat memiliki kompetensi yang andal dalam mengelola administrasi dayah secara elektronik.
“Kita ingin manajemen dayah ke depan berjalan dengan lebih efisien, transparan, cepat, dan akuntabel,” harapnya.
Disebutkan, keandalan data digital dari masing-masing dayah ini juga sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen, ketika sistem database dayah di seluruh kabupaten terintegrasi dengan baik, pemerintah daerah akan jauh lebih mudah dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Seperti, bantuan sarana prasarana fisik, penyaluran beasiswa bagi santri miskin berprestasi, penyaluran insentif guru, hingga proses penentuan tipe akreditasi dayah oleh Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) akan berjalan dengan akurasi tinggi dan berkeadilan karena didasarkan pada data riil yang valid (evidence-based policy).
Mulyadi berpesan kepada peserta pelatihan, agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan ini dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan rasa tanggung jawab.

“Manfaatkan kesempatan yang berharga ini untuk berdiskusi, belajar, dan mempraktikkan langsung ilmu-ilmu digitalisasi manajemen yang diajarkan oleh para instruktur kita,” tutup Mulyadi.
Sebelumnya Kabid Pembinaan dan Pendidikan, Asri S.E melaporkan, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan para pimpinan serta pengelola dayah dalam melaksanakan manajemen dayah secara efektif, profesional, transparan, dan akuntabel.
Dengan tujuan, meningkatkan kemampuan pimpinan dan pengelola dayah dalam tata kelola kelembagaan.
Meningkatkan pemahaman tentang manajemen pendidikan dayah.
Meningkatkan kemampuan dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program dayah.
Meningkatkan tertib administrasi dan pengelolaan kelembagaan dayah
“Dan mendorong terciptanya tata kelola dayah yang profesional, mandiri, dan berkualitas,” ujar Asri.
Disebutkan, pelatihan manajemen dayah tahun 2026 ini diikuti 20 peserta terdiri dari pengelola/pengurus, atau unsur manajemen dayah yang berasal dari Dayah dalam Kabupaten Bireuen.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang manajemen yaitu Irfan, Sp.,M.Pd, materi yang disampaikan Pengelolaan Koleksi Perpustakaan dengan Inlislite.
Kemudian, Anwar, S. Ag. M.A.P, materi yang disampaikan Manajemen dan Tata Kelola Dayah Perencanaan dan Pengembangan Kelembagaan Dayah.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui beberapa metode, seperti penyampaian materi, ceramah dan presentasi, diskusi dan tanya jawab, studi kasus, praktik/latihan dan evaluasi hasil pelatihan.
Para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam mengelola dayah, baik dari aspek kelembagaan, administrasi, sumber daya manusia, keuangan, maupun proses pendidikan.
“Dengan adanya pelatihan ini peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan dayah masing-masing sehingga terwujud dayah yang lebih tertib, profesional, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” pungkas Asri. (Hermanto)











