KABAR BIREUEN, Jangka – Pemulihan tambak masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bireuen mulai memasuki tahap produksi. Sebanyak 60 hektare lahan tambak di Desa Ulee Ceue, Kecamatan Jangka, mendapat bantuan benih udang vaname dan pakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Penebaran benih tersebut dilakukan di area tambak Desa Ulee Ceue, Selasa (1/9/2026), dan turut disaksikan Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., bersama jajaran Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen, penyuluh perikanan KKP, aparatur desa, serta masyarakat pembudidaya tambak.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali usaha budidaya masyarakat yang sempat terhenti akibat kerusakan tambak pascabencana banjir.
Bupati Bireuen mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang dinilai penting untuk mempercepat pemulihan sektor perikanan sekaligus mengembalikan sumber pendapatan masyarakat.
“Bantuan ini merupakan bantuan tahap pertama. Ke depannya kita berharap bantuan ini dapat menjangkau lahan yang lebih luas lagi,” ujar Mukhlis.
Upaya pemulihan tambak oleh KKP, sebelumnya juga dilakukan melalui dukungan sarana rehabilitasi. Pemerintah Kabupaten Bireuen telah menerima satu unit excavator dari KKP yang digunakan untuk mempercepat perbaikan tambak masyarakat yang rusak akibat banjir.
Alat berat tersebut dibutuhkan untuk menangani berbagai kerusakan, mulai dari infrastruktur tambak, saluran air, tanggul hingga sedimentasi. Perbaikan sarana tersebut menjadi tahap penting sebelum lahan kembali digunakan untuk kegiatan budidaya.
Dengan demikian, dukungan pemerintah dilakukan secara bertahap, mulai dari rehabilitasi sarana tambak hingga penyediaan benih dan pakan sebagai modal awal bagi pembudidaya untuk kembali berproduksi.

Perwakilan KKP, Fandi Sulasa, mengatakan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Lebih penting lagi, masyarakat harus segera kembali bekerja dan memperoleh penghasilan.
“Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki infrastruktur. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan. Karena itu, kita dorong tambak yang sudah direhabilitasi segera kembali berproduksi,” katanya.
Dukungan untuk 60 hektare tambak di Bireuen menambah cakupan pemulihan tambak masyarakat yang didukung KKP di Aceh. Hingga pekan terakhir Agustus 2026, total sekitar 200 hektare tambak di Aceh telah mendapat dukungan untuk kembali beroperasi.
Pemulihan tersebut tidak hanya menyangkut luasan lahan. Kembali berproduksinya tambak berarti membuka kembali sumber penghasilan rumah tangga pembudidaya, lapangan kerja, perdagangan sarana produksi, hingga distribusi hasil perikanan.
Karena itu, pemulihan tambak menjadi bagian penting dari upaya menggerakkan kembali ekonomi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.
Penebaran benih udang vaname di Bireuen pun menjadi penanda dimulainya kembali siklus produksi. Benih yang ditebar diharapkan tumbuh menjadi komoditas bernilai ekonomi sekaligus memberikan pendapatan bagi pembudidaya dan menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
KKP bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen selanjutnya akan terus memperkuat sinergi dalam rehabilitasi dan rekonstruksi sektor kelautan dan perikanan di wilayah terdampak bencana, agar tambak masyarakat dapat kembali produktif dan menopang perekonomian secara berkelanjutan. (Suryadi)










