KABAR BIREUEN, Jakarta — Dukungan Ketua MPR RI Ahmad Muzani terhadap pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung, tidak sekadar dukungan seorang pejabat negara. Kedekatannya dengan dunia jurnalistik telah terbangun jauh sebelum dia terjun ke dunia politik.
Hal itu terlihat saat Ketua PWI Lampung Wirahadikusuma bersama jajaran menemui Ahmad Muzani di rumah dinas Ketua MPR RI, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan Lampung menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027.
Dalam pertemuan itu, Muzani memberi perhatian khusus terhadap kesiapan venue pertandingan Porwanas. Ia meminta seluruh sarana pertandingan mulai dipersiapkan sejak dini agar agenda olahraga wartawan tingkat nasional tersebut dapat berlangsung sukses.
“Sejak sekarang harus sudah melakukan penataan. Soal Porwanas persiapkan venue, persiapkan dengan baik,” ujar Muzani.
Selain venue, Muzani mendorong konsolidasi dukungan sponsor untuk pelaksanaan HPN dilakukan sejak awal. Menurut dia, keterlibatan dunia usaha penting untuk memperkuat dukungan terhadap agenda nasional insan pers tersebut.
Pernah Jadi Wartawan
Perhatian Muzani terhadap dunia pers memiliki akar sejarah yang cukup panjang. Berdasarkan profil resmi Fraksi Partai Gerindra, Muzani mengawali karier sebagai wartawan Majalah Amanah pada 1989.
Dia juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 1990–1996. Bahkan, pada 1991, Muzani mengikuti ujian wartawan muda PWI DKI Jakarta.
Dalam sebuah audiensi dengan PWI, Muzani pernah mengenang salah satu pertanyaan yang diterimanya saat ujian. Ketika seorang wartawan menemukan kecelakaan di jalan saat sedang meliput, apakah harus terlebih dahulu membantu korban atau menulis berita.
Muzani mengaku memilih membantu korban.
BACA JUGA: 160 Wartawan Digembleng di Retret PWI 2026, Perkuat Pers Lawan Disinformasi
Bagi Muzani, pilihan tersebut menggambarkan prinsip dasar jurnalistik bahwa kemanusiaan dan kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati,” kata Muzani.
Dia menegaskan, esensi wartawan adalah memperjuangkan kebenaran sekaligus kepentingan rakyat.
Karena itu, meski kini berada di pucuk pimpinan lembaga negara dan aktif dalam dunia politik, Muzani mengaku tidak pernah merasa benar-benar meninggalkan profesinya sebagai wartawan.
“Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan,” ujarnya.
Menurut Muzani, jabatan sebagai Ketua MPR RI merupakan jabatan formal. Namun, semangat untuk mewartakan, menyampaikan informasi, serta menyuarakan aspirasi rakyat tetap melekat dalam dirinya.
Dalam konteks itulah, dukungannya terhadap HPN dan Porwanas 2027 di Lampung menjadi lebih dari sekadar dukungan kelembagaan. Ada ikatan historis dan emosional dengan dunia jurnalistik yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. (Red)












