Pajak Tanggung Jawab Kita Bersama

Oleh: Royan Awalurrizki
Mahasiswa Fakultas Hukum UNIKI

SETIAP bulan April tiba, sebagian dari kita akan membuka aplikasi e-Filing, mengisi SPT, dan menyetor sebagian penghasilan kepada negara. Momen itu sering disambut dengan keluhan. Ada yang merasa ribet, ada yang merasa terpotong, dan tidak sedikit yang bertanya untuk apa sebenarnya uang itu pergi. Padahal jika kita mau berhenti sejenak dan menarik garisnya lebih panjang, pajak sesungguhnya adalah bentuk paling nyata dari kebersamaan dalam bernegara.

Bayangkan, sebuah rumah besar bernama Indonesia. Atapnya adalah undang-undang, fondasinya adalah keadilan, dan tiang-tiangnya dibangun dari uang yang kita kumpulkan bersama. Uang itu kita sebut pajak. Ia datang dari potongan gaji seorang guru, dari PPN yang kita bayar saat membeli kopi sore, dari pajak perusahaan yang memutar roda ekonomi.

Tidak ada satu orang pun yang bisa membangun jalan raya, rumah sakit, atau pengadilan sendirian. Semua itu lahir karena ada banyak tangan yang rela menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan yang lebih besar. Di situlah letak makna tanggung jawab bersama.

Tanggung jawab itu tidak bisa berdiri dengan satu kaki saja. Ia harus dipikul oleh dua pihak yang saling menguatkan. Di satu sisi, ada warga negara yang dituntut untuk taat dan melek. Taat berarti memenuhi kewajiban melapor dan membayar sesuai ketentuan, tanpa mencari celah untuk menghindar. Melek berarti mau memahami, bukan sekadar pasrah.

Seorang mahasiswa hukum seharusnya menjadi orang yang paling pertama mengerti apa itu PPh, apa bedanya dengan PPN, dan mengapa NPWP menjadi identitas fiskal kita. Lucu rasanya jika kita berteriak lantang soal keadilan dan kedaulatan hukum, sementara urusan pajak pribadi saja masih kita abaikan.

Di sisi lain, negara juga memiliki tanggung jawab yang tidak kalah berat. Negara wajib mengelola setiap rupiah pajak dengan amanah, transparan, dan tepat sasaran. Uang yang kita setorkan harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan publik yang bisa dirasakan. Jalan yang diperbaiki, obat di Puskesmas yang tidak kosong, beasiswa untuk anak yang kurang mampu, dan ruang sidang yang bisa diakses tanpa diskriminasi. Ketika amanah itu dikhianati oleh korupsi, gaya hidup berlebihan, atau proyek fiktif, maka yang retak bukan hanya anggaran, tetapi juga kepercayaan rakyat. Dan tanpa kepercayaan, seruan untuk taat pajak akan selalu terdengar hampa.

Karena itu, mahasiswa hukum memiliki tempat yang istimewa dalam narasi ini. Kita tidak bisa memilih untuk menjadi penonton. Peran kita adalah menjadi jembatan. Kita bisa menjelaskan pajak dengan bahasa yang tidak menakutkan kepada masyarakat di sekitar kita. Kita bisa menggunakan hak untuk mengakses informasi publik, memeriksa kemana anggaran daerah mengalir, dan bersuara ketika ada yang tidak beres.

Dua puluh tahun dari sekarang, kita juga yang akan duduk di kursi jaksa, hakim, advokat, atau bahkan di dalam institusi pajak itu sendiri. Integritas yang kita jaga sejak bangku kuliah akan menentukan apakah uang pajak di masa depan akan dijaga atau justru disayat dari dalam.

Tanggung jawab bersama tidak perlu dimulai dari hal yang besar dan menggemparkan. Ia bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Mendaftarkan NPWP ketika mulai memiliki penghasilan, melaporkan SPT tahunan meski hasilnya nihil, tidak meminta dispensasi PPN saat berbelanja, dan yang paling penting, berani bertanya dengan cara yang kritis namun konstruktif: untuk apa uang pajak saya digunakan tahun ini.

Pada akhirnya, negara yang kuat tidak lahir dari retorika, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan oleh jutaan warganya secara bersamaan. Pajak yang kuat akan melahirkan negara yang kuat, dan negara yang kuat akan melahirkan keadilan yang nyata. Keadilan itu tidak akan turun dari langit. Ia dibangun oleh kita, untuk kita, dan bersama kita. [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Rakerwil ke-II PW APRI Aceh Berakhir, Ini Hasil Rekomendasinya

0
KABAR BIREUEN, Aceh Besar - Rakerwil ke-II PW APRI Aceh yang berakhir pada Minggu (4/10/2026) di Hotel Madinatul Zahra, Lampeunurut, Aceh Besar, menghasilkan sejumlah...

Menang 2-1 atas Jeumpa, Samalanga Melaju ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Tim sepak bola Kecamatan Samalanga lolos ke perempat final atau delapan besar Kejuaran Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati Bireuen 2026,...

Pendaftaran Ketua PWI Aceh Periode 2026-2031 Dibuka, Bakal Calon Wajib Kantongi Dukungan Minimal 32...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pendaftaran bakal calon (balon) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh periode...

Kolaborasi dengan Sanggar Meuligoe Jeumpa, Disdikbud Gelar Lomba Mewarnai dan Melukis Meriahkan HUT ke-27...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen berkolaborasi dengan Sanggar Meuligoe Jeumpa menyelenggarakan Lomba Mewarnai dan...

Puluhan Anak PAUD Antusias Ikuti Lomba Mewarnai HUT ke-27 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Puluhan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bireuen sangat antusias mengikuti lomba mewarnai dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-27...

KABAR POPULER

Menang 2-1 atas Jeumpa, Samalanga Melaju ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Tim sepak bola Kecamatan Samalanga lolos ke perempat final atau delapan besar Kejuaran Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati Bireuen 2026,...

Ratusan Pengunjung Saksikan Malam Pentas Seni Meriahkan HUT ke-27 Bireuen di Halaman Pendopo

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan pengunjung memadati halaman Pendopo Bireuen untuk menyaksikan malam pentas seni, yang menjadi puncak hiburan rakyat dan pelestarian budaya lokal. Mereka...

Billboard Ilegal Depan RS Jeumpa Hospital Bireuen yang Tertabrak Truk Kontainer Bahayakan Pelintas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Satu unit bangunan billboard di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, depan RS Jeumpa Hospital, Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Bireuen,...

Bupati Mukhlis Ikut Meriahkan Lomba Masak Nasi Goreng Ayah Siaga Bireuen Sigap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Bireuen, mengelar Lomba Masak Nasi Goreng Ayah Siaga Bireuen Sigap, di Halaman...

Wakil Bupati Bireuen Buka Pameran UMKM dan Kuliner

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi MT, didampingi Ketua TP PKK Bireuen, Sadriah Mukhlis dan Ketua BMKT Kabupaten Bireuen, Hiryani Razuardi, memotong...