Bupati Bireuen Belum Tandatangani Petisi Korban Banjir, Minta Waktu Lima Hari untuk Dikaji Bersama Forkopimda

KABAR BIREUEN, Bireuen – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, belum menandatangani petisi yang diajukan korban banjir saat Aksi Damai Jilid II, di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin (6/4/2026).

Bupati Mukhlis meminta waktu lima hari untuk mengkajinya karena di situ juga tertera unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bireuen sebagai penanda tangan, yang perlu dibahas bersama. Sebab, saat unjuk rasa itu unsur Forkopimda tidak hadir.

“Bupati minta waktu lima hari untuk mengkaji petisi dan membahas bersama unsur forkopimda,” kata Koordinator aksi, M. Akmal, dalam keterangannya kepada wartawan seusai aksi.

Sebelumnya, sekitar seribuan warga terdampak banjir dari sejumlah kecamatan yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen, menggelar aksi damai sebagai bentuk protes atas lambannya penyaluran bantuan serta persoalan pendataan korban yang dinilai tidak transparan sejak banjir November 2025.

Dalam aksi itu, massa membawa spanduk dan poster berisi sejumlah tuntutan agar pemerintah segera memenuhi hak-hak korban, termasuk kejelasan data penerima bantuan dan percepatan pemulihan pascabencana.

Di hadapan Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Bireuen, M. Akmal membacakan petisi berjudul “Banjir Berlalu, Hak Korban Jangan Ikut Tenggelam.” Dia menegaskan, penanganan banjir tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang belum terselesaikan.

BACA JUGA:  Data Korban Bencana Disorot, Bupati Bireuen Pastikan Aspirasi Pendemo Diteruskan ke Pemerintah Pusat

“Banyak korban kehilangan rumah, sumber penghidupan, serta kepastian masa depan. Namun, hingga kini masih ada yang bertahan di tenda pengungsian tanpa hunian layak,” ujarnya.

Koalisi Gerakan Sipil Bireuen dalam petisi tersebut, menyampaikan 11 tuntutan kepada Pemkab Bireuen. Mereka mendesak keterbukaan data korban dan penerima bantuan, percepatan verifikasi ulang, serta pencairan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban yang berhak.

Selain itu, koalisi juga menyoroti lemahnya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan bencana. Di lapangan, masih ditemukan warga yang mengaku belum menerima bantuan atau tidak masuk dalam data penerima.

Para peserta Aksi Damai Jilid II mengusung spanduk dan poster berisi sejumlah tuntutan korban banjir kepada Pemkab Bireuen. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

“Rumah kami terendam, harta benda hilang, tapi sampai sekarang belum dapat bantuan,” ujar seorang warga dalam orasi.

Sebelas Tuntutan Korban

Dalam petisi tersebut, koalisi merinci 11 tuntutan, antara lain:

1. Membuka data korban, penerima bantuan, jenis dan nilai bantuan secara transparan dalam 14 hari.

2. Melakukan verifikasi ulang data korban dalam tujuh hari dengan melibatkan masyarakat.

3. Segera menetapkan dan mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH).

4. Membuka data warga kategori Tidak Memenuhi Kriteria (TMK) dan memperbaiki statusnya.

5. Menyediakan hunian layak bagi korban rumah rusak berat atau kehilangan tempat tinggal.

6. Memulihkan ekonomi dan infrastruktur dalam 60 hari.

7. Membentuk posko informasi dan pengaduan publik.

8. Meningkatkan sosialisasi dan pembenahan pendataan oleh BPBD hingga ke desa.

9. Melibatkan korban dan masyarakat sipil dalam penanganan bencana.

10. Mendorong aparat penegak hukum memeriksa dugaan penyelewengan bantuan.

11. Menunjukkan komitmen moral bahwa pemenuhan hak korban adalah kewajiban negara.

BACA JUGA: Seribuan Korban Banjir Demo Kantor Bupati Bireuen, Tuntut Pemenuhan Hak-Haknya

Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja. Setelah berorasi, Bupati Mukhlis bersama Wakil Bupati Razuardi menemui massa untuk mendengarkan langsung tuntutan mereka.

Koalisi menegaskan, akan terus mengawal proses penanganan banjir. Jika tuntutan tidak dipenuhi dalam tenggat waktu yang ditetapkan, mereka menyatakan akan menempuh langkah advokasi lanjutan. (Suryadi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Gubernur Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), melantik Taufik, S.T., M.Si., sebagai Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dalam prosesi pelantikan...

Menang Drama Adu Penalti, Jangka Melaju ke Final Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Tim Kecamatan Jangka meraih kemenangan 5-4 atas Kecamatan Kota Juang lewat adu penalti pada laga semifinal Kejuaraan Sepak Bola Antar...

Umuslim dan Polres Bireuen Jalin Kerja Sama, Fokus Edukasi Hukum hingga Pencegahan Narkoba

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, menjalin kerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Bireuen untuk memperkuat edukasi hukum, mencegah penyalahgunaan...

Bantu UMKM Berkembang, Yah Fud Salurkan Peralatan Usaha untuk 20 Wirausaha Pemula di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa – Sebanyak 20 wirausaha pemula (WP) di Kabupaten Bireuen menerima bantuan peralatan usaha dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil...

DPMTSP Bireuen Raih Penghargaan Sangat Baik dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Bupati Mukhlis Beri...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) meraih penghargaan kategori Sangat Baik dari Kementerian...

KABAR POPULER

Jalaluddin Mantan Pj. Bupati Bireuen Kini Jabat Wakil Rektor III UNIKI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Mantan Penjabat (Pj.) Bupati Bireuen, Dr. Jalaluddin, S.H., M.M., kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia...

Inovasi Air Buangan untuk Sawah Petani, Kadistanbun Bireuen Dampingi TA Khalid Kunjungi Water Intake...

0
KABAR BIREUEN,Kuta Blang – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., mendampingi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. H....

Menang Drama Adu Penalti, Jangka Melaju ke Final Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Tim Kecamatan Jangka meraih kemenangan 5-4 atas Kecamatan Kota Juang lewat adu penalti pada laga semifinal Kejuaraan Sepak Bola Antar...

Perkuat Perkaderan, HMI Bireuen Gelar Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam di Krueng Simpo

0
KABAR BIREUEN, Juli - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menggelar kegiatan Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam bagi kader dan keluarga besar di...

TA Khalid: Masa Pemerintahan Presiden Prabowo Harga Pupuk Bersubsidi Paling Murah

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Mulai tahun 2025, Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tingkat pengecer sebesar 20 persen. "Pada masa Presiden...