Rabu, 11 Februari 2026

Tanggapi Belum Terlaksananya Musda DKA Bireuen, Ini Pernyataan Penggiat Seni

KABAR BIREUEN-Selaku individu yang sering berkecimpung di dunia seni, paling sering kooperatif dengan pengurus Dewan Kesenian Aceh (DKA) dan Dinas Kebudaayan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar) Aceh, sebenarnya dirinya sudah sangat kecewa.

Meski bukan pengurus DKA Bireuen periode lalu, namun dia salah satu pemegang mandat Musda DKA Bireuen.

Hal itu dikatakan Noviati MR, salah seorang penggiat seni  di Bireuen menanggapi belum terlaksananya Musyawarah Daerah (Musda) DKA Bireuen kepada Kabar Bireuen, Jumat (5/5/2017) sore.

“Saya bukan pengurus DKA Bireuen. Namun, saya diminta bantuan oleh DKA Provinsi Aceh karena lebih koperatif dan intens berhubungan dengan DKA Provinsi serta instansi provinsi terkait kesenian,” ungkap wanita yang akrab disapa Novi itu.

Oleh karena itu, katanya lagi, dia diminta bantuan untuk memegang mandat Musda, yang  seharusnya dilaksanakan setahun lalu.Tetapi belum terealisasi sampai saat ini karena tidak ada anggaran.

Dia mengakui. meski selaku pemegang mandat, dia tak begitu mengetahui seluk beluk kepengurusan periode lalu. Karena kevakuman itulah, DKA provinsi meminta Novi untuk bergerak.

“Tetapi, saya tetap tak bisa bergerak sendiri. Perlu diketahui,Bireuen memiliki banyak sanggar di seluruh kecamatan. Saya juga harus memperhatikan aspek kepatutan. Karena saya pemegang mandat atas dasar perintah dari provinsi sementara saya bukan pengurus lama,” jelas pembina Cagoek SDN 1 Bireuen itu.

Misi yang diemban Novi adalah memediasi kepengurusan lama yang sekarang berjalan sendiri-sendiri, untuk duduk bermufakat agar terbentuk pengurus baru. Siapa saja bisa menjadi ketua DKA Bireuen. Yang penting terbentuk dan tidak jalan di tempat.

“Saya sebagai pemegang mandat, mengajak seluruh elemen pecinta seni mari duduk berembuk. Lebih indah ada warna warni dalam pemilihan. Jangan di kotak-kotakkan. Jangan jadikan dunia seni jadi penentu kepentingan dan kebijakan,” ajaknya.

Pengurus DKA, sebutnya lagi, harus sama-sama mengalah, sama-sama berfikir rendah hati agar bisa terlaksana Musda ini.

Dikatakannya, kalau dunia seni menjadi money oriented, maka akan lahir generasi seni yang gila uang. Ingat, seniman berbeda dengan pekerja seni. Seniman tetap berkarya meski tanpa duit, pekerja seni berkarya untuk cari duit.

“Saya pribadi haqqul yaqin, musda akan terselenggara apabila senior-senior kami di kepengurusan DKA mau duduk sekursi. Saya hanya mediator. Jangan sampai ada yang beranggapan, pu aneuk mit mantong, ka peugah haba tentang DKA,” sebutnya.

Sebagai generasi muda, dia  ingin bekerja, membangun seni. Novi meminta semua pihak mendukung hal tersebut, terlebih pemerintah daerah.(Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kunjungi SMPN 1 Bireuen, Ketua TIM Jakarta Muslim Armas Serahkan Bantuan Perlengkapan Salat untuk...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Ketua Umum Taman Iskandar Muda, Ir. H. Muslim Armas, menyerahkan bantuan berupa seperangkat perlengkapan salat untuk Musala Miftahul Jannah SMP...

Jelang Ramadhan, HRD Serahkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana di Dapil Aceh II

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Menjelang bulan suci Ramadhan, Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD), menyerahkan bantuan kemanusiaan...

Rabithah Alawiyah Lhokseumawe Aceh Utara Bersihkan Sumur Warga Tedampak Banjir di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Banjir yang terjadi akibat meluapnya sejumlah aliran sungai di Kabupaten Bireuen pada akhir tahun 2025 lalu mengakibatkan rumah warga di beberapa kecamatan...

HRD Apresiasi Wartawan Bireuen Tetap Meliput Pascabanjir Meski Turut Terdampak

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Anggota Komisi V DPR RI H Ruslan M Daud (HRD) mengapresiasi dedikasi wartawan di Kabupaten Bireuen yang tetap meliput dan...

Huntara untuk Korban Banjir Bireuen Masih Bisa Diusulkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen masih bisa  mengusulkan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir. Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan...

KABAR POPULER

Dipicu Dugaan Tidak Transparansi Realisasi APBG, Enam Perangkat Gampong Cot Girek Mundur Serentak

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak enam perangkat Gampong Cot Girek, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, kompak mengundurkan diri secara serentak. Pengunduran diri ini dipicu dugaan kurangnya...

Respons Permintaan Gerakan Aliansi Masyarakat Bireuen, DPRK Siap Turun ke Lokasi Pengungsi Korban Bencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – DPRK Bireuen berencana meninjau langsung lokasi pengungsian korban bencana dalam waktu dekat. Langkah ini diambil sebagai respons atas desakan Gerakan...

Huntara untuk Korban Banjir Bireuen Masih Bisa Diusulkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen masih bisa  mengusulkan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir. Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan...

Ketua Umum Taman Iskandar Muda Jakarta, Muslim Armas Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Siswa...

0
KABAR Bireuen, Peudada— Ketua Umum Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Ir. H. Muslim Armas, secara langsung menyerahkan bantuan berupa baju sekolah kepada siswa-siswi korban...

Mengenal Perjalanan Amsal Alfian, Putra Bireuen Calon Ketua Umum PB PII

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Sosok Dr (C) Amsal Alfian, S.E., M.E., semakin mencuri perhatian menjelang Muktamar Pelajar Islam Indonesia (PII), yang akan digelar 10-15 Februari di...