KABAR BIREUEN, Bireuen– Ketua Umum pengurus daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Daerah Bireuen, Rafly Rafsanjani bersama Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Amsal Alfian mendampingi Bupati Bireuen Ir. H Mukhlis ST dalam kunjungan lapangan ke kawasan Jembatan Enang-Enang yang berada di jalur penghubung Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Bireuen, Rabu (3/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perdagangan antara wilayah Aceh bagian Tengah dan Aceh bagian Timur.
Jembatan Enang-Enang selama ini dikenal sebagai salah satu akses strategis yang menghubungkan kawasan dataran tinggi Gayo dengan Kabupaten Bireuen sebagai pintu distribusi menuju pesisir timur Aceh.
Bupati Mukhlis meninjau langsung kondisi jembatan dan ruas jalan yang terdampak kerusakan, sekaligus berdialog dengan masyarakat setempat mengenai berbagai kendala yang dihadapi pengguna jalan.
Pemerintah Kabupaten Bireuen menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat guna mempercepat penanganan infrastruktur tersebut.
Ketua PII Bireuen, Rafly Rafsanjani menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan kepedulian Bupati Bireuen yang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Enang-Enang bukan hanya menyangkut kepentingan Kabupaten Bener Meriah, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Bireuen dan kawasan Aceh bagian timur.
“Jembatan Enang-Enang merupakan akses vital yang menghubungkan jalur distribusi Aceh Tengah dengan Aceh Timur. Kerusakan yang terjadi tentu berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami mengapresiasi kehadiran dan perhatian langsung Bupati Bireuen terhadap persoalan ini,” sebut Rafly.
Sementara itu, Ketua Umum PB PII, Amsal Alfian menegaskan, pembangunan infrastruktur yang berkualitas merupakan kebutuhan mendasar masyarakat.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk memastikan percepatan pembangunan jembatan permanen sehingga konektivitas antarwilayah dapat kembali berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut juga disampaikan bahwa Bupati Bireuen secara pribadi turut memberikan kontribusi dan dukungan guna membantu percepatan proses pembangunan serta penanganan akses masyarakat di kawasan tersebut.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada jalur Enang-Enang sebagai penghubung utama antardaerah.
PII Bireuen dan PB PII berharap agar percepatan pembangunan Jembatan Enang-Enang dapat segera terealisasi mengingat peran strategisnya dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta konektivitas masyarakat antara Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, dan wilayah Aceh secara keseluruhan.
Jalur Enang-Enang sendiri sejak lama diproyeksikan sebagai infrastruktur penting yang dapat memperpendek waktu tempuh dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada lintas Bireuen–Takengon. (Ihkwati)










