Mubes MAA Resmi Dibuka, Wali Nanggroe Tekankan Peran Adat dalam Pemulihan Pascabencana Aceh

KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Penguatan peran adat dalam pemulihan sosial pascabencana menjadi sorotan utama dalam pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Adat Aceh tahun 2026. Dalam forum ini, Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar, menegaskan, adat harus tampil sebagai kekuatan strategis dalam merespons dampak bencana yang melanda Aceh.

Mubes MAA masa bakti 2026–2031 tersebut resmi dibuka pada Selasa pagi (7/4/2026) di Meuligoe Wali Nanggroe. Kegiatan bertema “Mengoptimalkan Fungsi Kinerja Majelis Adat Aceh untuk Mengisi Keistimewaan Aceh” ini berlangsung selama dua hari, hingga 8 April 2026.

Pembukaan Mubes dilakukan oleh Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Syakir,M.Si. Sementara, pengarahan disampaikan langsung oleh Wali Nanggroe, Paduka Yang Mulia (PYM), Tgk. Malik Mahmud Al- Haythar.

Dalam sambutannya, Malik Mahmud menyampaikan, adat Aceh merupakan fondasi utama dalam menjaga kehormatan dan kesinambungan peradaban. Ia menekankan pentingnya peran adat yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial, termasuk dalam menghadapi bencana.

“Dampak banjir hidrometeorologi sejak 26 November 2025 tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi stabilitas sosial masyarakat. Penanganan pascabencana harus terintegrasi, termasuk pemulihan sosial berbasis nilai-nilai adat,” ujarnya.

Menurut Wali Nanggroe, penguatan kelembagaan adat perlu dilakukan melalui revitalisasi struktur organisasi, digitalisasi sistem, serta pelibatan generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting agar lembaga adat semakin responsif terhadap perkembangan zaman.

Para undangan menghadiri pembukaan Mubes MAA masa bakti 2026–2031. (Foto: Wir)

“Peran adat harus menjadi instrumen operasional dalam memperkuat stabilitas sosial, mengendalikan potensi konflik, dan mempercepat pemulihan pascabencana. Lembaga adat diharapkan menjadi pilar utama dalam menjaga marwah Aceh secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekretariat MAA, Saifullah, S.Hut, M.Si menjelaskan, pelaksanaan Mubes merupakan amanah Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2019 tentang Majelis Adat Aceh. Mubes wajib digelar paling lambat tiga bulan sebelum berakhirnya masa kepengurusan, yakni sebelum 9 Mei 2026.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 2025, namun karena bertepatan dengan Lebaran, baru dapat dilaksanakan sekarang,” katanya.

Sebanyak 110 peserta mengikuti Mubes ini, terdiri dari perwakilan majelis adat kabupaten/kota se-Aceh. Setelah pembukaan di Meuligoe Wali Nanggroe, rangkaian musyawarah dilanjutkan di Hotel Ayani Banda Aceh.

“Harapannya Mubes ini berjalan lancar. Kita mengharapkan dalam Mubes ini terpilih Ketua Majelis Adat Aceh yang representatif, yang bisa menjaga tatanan peradaban Aceh sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Aceh, dalam rujukan Aceh lebih islami,” ujarnya. (Red) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Gubernur Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), melantik Taufik, S.T., M.Si., sebagai Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dalam prosesi pelantikan...

Menang Drama Adu Penalti, Jangka Melaju ke Final Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Tim Kecamatan Jangka meraih kemenangan 5-4 atas Kecamatan Kota Juang lewat adu penalti pada laga semifinal Kejuaraan Sepak Bola Antar...

Umuslim dan Polres Bireuen Jalin Kerja Sama, Fokus Edukasi Hukum hingga Pencegahan Narkoba

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, menjalin kerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Bireuen untuk memperkuat edukasi hukum, mencegah penyalahgunaan...

Bantu UMKM Berkembang, Yah Fud Salurkan Peralatan Usaha untuk 20 Wirausaha Pemula di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa – Sebanyak 20 wirausaha pemula (WP) di Kabupaten Bireuen menerima bantuan peralatan usaha dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil...

DPMTSP Bireuen Raih Penghargaan Sangat Baik dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Bupati Mukhlis Beri...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) meraih penghargaan kategori Sangat Baik dari Kementerian...

KABAR POPULER

Jalaluddin Mantan Pj. Bupati Bireuen Kini Jabat Wakil Rektor III UNIKI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Mantan Penjabat (Pj.) Bupati Bireuen, Dr. Jalaluddin, S.H., M.M., kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia...

Inovasi Air Buangan untuk Sawah Petani, Kadistanbun Bireuen Dampingi TA Khalid Kunjungi Water Intake...

0
KABAR BIREUEN,Kuta Blang – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., mendampingi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. H....

Perkuat Perkaderan, HMI Bireuen Gelar Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam di Krueng Simpo

0
KABAR BIREUEN, Juli - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menggelar kegiatan Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam bagi kader dan keluarga besar di...

TA Khalid: Masa Pemerintahan Presiden Prabowo Harga Pupuk Bersubsidi Paling Murah

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Mulai tahun 2025, Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tingkat pengecer sebesar 20 persen. "Pada masa Presiden...

Menang Drama Adu Penalti, Jangka Melaju ke Final Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Tim Kecamatan Jangka meraih kemenangan 5-4 atas Kecamatan Kota Juang lewat adu penalti pada laga semifinal Kejuaraan Sepak Bola Antar...