KABAR BIREUEN, Jangka- Seorang anak yang dilaporkan hilang terseret arus di kawasan Pantai Jangka, Kabupaten Bireuen pada Sabtu (30/5/2026) sore, akhirnya ditemukan.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pagi di pesisir Pantai Gampong (Desa) Pante Paku, Kecamatan Jangka, yang berjarak sekitar 8 kilometer dengan bibir kuala Pantai Jangka
Korban diketahui bernama Firat Altakim, seorang pelajar MIN Cot Batee, berusia 12 tahun yang berdomisili di Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen.
Kapolsek Jangka, Ipda Fidhal Akhyar Febrina, S.E., kepada media mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi di Pantai Laut Jangka pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat itu korban bersama dua rekannya sedang mandi di kawasan pantai tersebut. Setelah selesai mandi dan hendak pulang, korban bersama teman-temannya naik ke pesisir pantai.
Namun, korban kembali masuk ke dalam air dengan maksud untuk mencuci kaki di sekitar batu pemecah ombak.
“Saat itu, kondisi arus laut sedang cukup kuat. Secara tiba-tiba, korban terseret arus laut yang deras, terbawa menjauh dari bibir pantai, hingga akhirnya tenggelam,” ungkapnya.
Mendapat laporan mengenai insiden tersebut, Keuchik Desa Jangka Mesjid dan Kadus Jabari segera menghubungi pihak Polsek Jangka.
Personel Polsek Jangka langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi dan membantu penanganan awal.
Sekira pukul 16.20 WIB, tim Basarnas Bireuen tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait serta nelayan setempat guna meluncurkan operasi pencarian. Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar area tempat korban dilaporkan hilang.

Namun, karena terkendala kondisi cuaca yang kurang mendukung serta gelombang laut yang cukup tinggi, tim Basarnas bersama nelayan setempat terpaksa menghentikan sementara operasi pencarian pada pukul 18.40 WIB.
Setelah sempat dihentikan semalam, informasi penemuan korban akhirnya datang pada Minggu pagi.
Sekira pukul 07.50 WIB, Kapolsek Jangka, Ipda Fidhal Akhyar Febrina menerima laporan dari Panglima Laot Kuala Jangka, Abu Bakar Jalil, bahwa jasad korban telah ditemukan sekira pukul 07.30 WIB.
“Jasad Firat Altakim pertama kali ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di bibir Pantai Desa Pante Paku oleh pengunjung pantai setempat,” sebut Kapolsek.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik warung wisata pantai, Marhaban dan Suryadi.
Warga sekitar kemudian langsung mengevakuasi jenazah korban menuju Meunasah Desa Pante Paku.
Menerima informasi tersebut, personel Polsek Jangka yang dipimpin langsung Kapolsek Jangka, Ipda Fidhal Akhyar Febrina, segera menuju ke lokasi penemuan untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan lebih lanjut.
Saat ini, pihak keluarga berencana membawa jenazah korban ke rumah duka di Desa Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, untuk segera dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengunjung agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di sekitar batu pemecah ombak dan lokasi yang memiliki arus laut kuat.
Selain itu, diperlukan pemasangan rambu-rambu peringatan pada titik-titik rawan serta peningkatan pengawasan di kawasan wisata pantai guna mencegah terulangnya kejadian serupa.(Ihkwati)









