KABAR BIREUEN, Bireuen – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, TA Khalid, memperjuangkan bantuan program pengembangan ayam petelur di Kabupaten Bireuen.
Program yang diperjuangkan politikus senior Dapil Aceh-2 tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan).
Selain Kabupaten Bireuen, dua kabupaten lainnya yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) diwakili TA Khalid, yaitu, Aceh Utara dan Aceh Timur, juga mendapatkan program sama.
Informasi tersebut disampaikan Al Fadhal, Stafsus Anggota Komisi IV DPR Fraksi Gerindra, H. TA Khalid, kepada Kabar Bireuen, Kamis (24/7/2025).
BACA JUGA: Jual Pupuk Bersubsidi di Atas HET, Distributor Putuskan Kontrak dengan Kios Pengecer
“Ini (bantuan) program ikhtiar dari Bapak TA Khalid di Kementan untuk kemajuan peternakan masyarakat,” sebut Al Fadhal.
Menurutnya, untuk memastikan kesiapan lokasi, tim yang ditunjuk Kementan, Balai Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri Aceh Besar, BPTU-HPT Sembawa, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan dan Bidang Budidaya Ternak Non Ruminansia (BTNR) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Aceh, telah melakukan verifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL).
“Tim sudah turun ke Gampong Paya Cut, Kecamatan Peusangan, untuk melihat langsung kesiapan teknis dan administrasi. Mereka (tim verifikasi) juga berdialog dengan peternak serta mengecek kandang,” katanya.
Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, jelas Stafsus ini, juga terjun langsung ke lokasi bersama tim verifikasi.
BACA JUGA: Hasil Pantauan Anggota Komisi IV DPR RI, Pupuk Bersubsidi di Bireuen Dijual Sesuai HET
“Beliau (Wabup Bireuen) sangat mendukung dan mengapresiasi semua pihak yang membantu memajukan sektor peternakan rakyat di Kabupaten Bireuen. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah pusat dan daerah solid bersinergi demi kesejahteraan petani dan peternak kita,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terbangun model pemberdayaan peternak ayam petelur yang produktif dan berdaya saing, sekaligus mendukung pencapaian target nasional dalam pemenuhan protein hewani asal unggas.
Program ini bukan sekadar bantuan, melainkan gerakan besar membangun ekonomi rakyat dari sektor peternakan. Dan Aceh, lewat tangan-tangan kolaboratif para pejuang di lapangan, membuktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan membara.
“Pak TA Khalid komit memperjuangkan kemajuan peternakan di Tanah Rencong,” pungkas Al Fadhal. (Rizanur)











