KABAR BIREUEN, Bireuen — Peta politik di Kabupaten Bireuen mulai bergerak. Musyawarah Cabang (Muscab) VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bireuen resmi melahirkan kepemimpinan baru, dengan terpilihnya Edi Saputra, S.H., M.M. sebagai Ketua DPC PPP Bireuen periode 2026–2031.
Advokat muda yang dikenal vokal dan berintegritas itu langsung menegaskan komitmen totalnya untuk membesarkan partai berlambang Ka’bah. Dalam pidato perdananya yang penuh semangat, Edi menyatakan kesiapan mengabdikan diri sepenuhnya untuk kebangkitan PPP di Bireuen.
“Mulai detik ini, saya nyatakan siap mewakafkan diri sepenuhnya untuk kejayaan Ka’bah (PPP)! Saya akan berdiri di baris terdepan, bekerja keras bersama saudara-saudara sekalian demi kebangkitan kembali partai kita,” tegas Edi Saputra, disambut teriakan takbir ratusan kader, usai Muscab VI di Aula Hotel Bireuen Jaya, Selasa (28/4/2026) malam.
BACA JUGA: Ditetapkan Dalam Muscab VI, Edi Obama Ketuai PPP Bireuen
Kepemimpinan Edi Saputra diperkuat ole
jajaran pengurus harian yang dinilai solid dan representatif. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Muhammad Reza, S.Ked., M.K.M., sementara Bendahara diemban oleh Alfiadi. Formasi ini disebut sebagai kombinasi kekuatan intelektual dan manajerial yang diharapkan menjadi energi baru bagi kebangkitan PPP Bireuen.
Momentum tersebut turut dihadiri tokoh sentral PPP Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., selaku Ketua DPW PPP Aceh sekaligus Anggota DPRA Dapil Bireuen. Kehadirannya menjadi penegas bahwa proses suksesi kepemimpinan di tubuh PPP Bireuen berlangsung harmonis dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, Edi Saputra juga menyampaikan penghormatan kepada tokoh-tokoh senior partai, di antaranya Drs. H. Anwar Idris (Ketua Majelis Pertimbangan Partai DPW PPP Aceh) dan Dr. Athahillah M. Saleh, S.Pd.I., M.A., yang dinilai telah meletakkan fondasi kuat bagi perjalanan PPP selama ini.
Di bawah kepemimpinannya, PPP Bireuen yang kini menjadi bagian dari koalisi pemenang pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T. dan H. Razuardi, langsung memasang target politik yang ambisius namun terukur pada Pemilu mendatang.
Target tersebut meliputi merebut kembali kursi DPRK di setiap daerah pemilihan, memperkuat perolehan kursi DPRA dari Dapil Bireuen, serta mengantarkan putra terbaik daerah ke kursi DPR RI melalui PPP.
BACA JUGA: Muscab PPP Aceh Dimulai dari Bireuen, Tiga Figur Berebut Kursi Ketua
“Ini bukan sekadar mimpi politik. Ini adalah tugas suci untuk mengembalikan marwah agama melalui wadah politik,” ujar Edi menegaskan.
Pasca penetapannya sebagai ketua, gaung kebangkitan PPP Bireuen juga mulai terasa di media sosial. Tagar seperti #PPPBireuenBangkit dan #EdiSaputraUntukKaBah ramai diperbincangkan, mencerminkan tingginya ekspektasi publik terhadap kepemimpinan baru tersebut.
Muscab VI PPP Bireuen tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menandai tekad baru partai untuk kembali tampil sebagai kekuatan politik utama di Bireuen—membawa semangat “penjaga Ka’bah” untuk kembali berjaya di panggung politik Serambi Mekkah. (Red)










