Selasa, 16 Juni 2026

Kehilangan Boat Saat Banjir, Nelayan Kuala Ceurape Minta Bantuan

KABAR BIREUEN, Bireuen– Nelayan korban banjir asal Gampong Kuala Ceurape, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen mengharapkan pemerintah memperhatikan nasib mereka yang kehilangan boat akibat bencana banjir, 26 November 2025 lalu.

Karena, selama hampir lima bulan ini, mereka tidak bisa mencari untuk nafkah dengan melaut akibat tidak ada boat lagi.

Salah seorang nelayan, Azmir, yang mempunyai tanggungan tujuh orang mengharapkan bantuan boat.

Hal itu dikatakannya dalam diskusi tindak lanjut pemenuhan hak-hak korban banjir Bireuen, Rabu (15/4/2026) di salah satu kafe di Bireuen.

Dia kehilangan boat satu unit dan 21 lembar jaring, sudah lima bulan belum ada kabar bantuan untuknya, dan saat ditanya ke Abu Laot, dia tidak tau mau sampaikan kemana karena yang diminta dinas data telah dilaporkan.

Dengan tanggungan sembilan orang anggota keluarga, ia kehilangan satu unit boat dan 25 lembar jaring, satu-satunya alat untuk mencari nafkah.

“Dulu saya berangkat subuh, pulang bawa ikan. Sekarang… untuk makan saja susah,” ucapnya lirih.

Selama lima bulan terakhir, tidak ada kepastian bantuan. Ia sudah berusaha mencari kejelasan, bahkan menanyakan kepada pihak terkait seperti Panglima Laot (Abu Laot) setempat, namun jawabannya tetap sama, data sudah dilaporkan, tapi belum ada realisasi.

Kini, untuk bertahan hidup, Azmir hanya mengandalkan pinjaman dua lembar jaring dari temannya. Itu pun tidak selalu membuahkan hasil.

“Kadang dua hari di laut, paling dapat Rp50 ribu. Itu pun dibagi untuk makan keluarga,” katanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.Azmir, nelayan asal Gampong Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Bireuen.(Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

“Saya berharap ada bantuan untuk kami, bantuan boat dan jaring. Karena itulah sumber kami mencari nafkah,” harapnya.

Kisah serupa juga dialami Mawardi, dia kehilangan perahunya yang terseret arus hingga sejauh 1,5 mil pada pagi harinya. Saat itu, dia tak sempat menyelamatkan apapun.

“Saya cuma pikir selamatkan nyawa saya dan keluarga, tapi sekarang, kami tidak punya apa-apa lagi,” ungkapnya penuh getir.

Dengan sembilan orang anak, tiga orang sudah menikah. Lainnya madih sekolah, yang  harus dinafkahi. Mawardi mengaku hidupnya kini seperti berjalan tanpa arah.

Saat ini ia memiliki tanggung jawab terhadap anak-anaknya, untuk uang transportasi ke sekolahnya di Bugak, tapi pemasukannya tidak mencukupi selama perahunya hilang dibawa air.

​Laut yang dulu memberinya penghidupan, kini terasa begitu jauh karena dia tak lagi memiliki perahu untuk mencapainya.

“Rezeki kami di laut. Tapi tanpa boat… kami seperti kehilangan harapan,” ujarnya.

Dia berharap,  ada yang membantu satu unit boat untuknya dari pihak manapun agar roda keluarga berjalan kembali seperti sebelum terjadi banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu.

Harapan mereka sederhana, hanya ingin kembali melaut. Mereka tidak meminta lebih, hanya satu unit boat dan jaring agar bisa menghidupi keluarga seperti dulu.

​Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen, kerusakan yang dialami sektor nelayan tangkap adalah, sebanyak 110 unit kapal atau perahu motor dilaporkan hilang dan rusak berat, 113 unit mengalami rusak ringan, serta 415 unit alat tangkap rusak atau hilang.

Selain itu, total luas tambak terdampak mencapai 4.943,33 hektare yang tersebar di 12 kecamatan. Dari jumlah tersebut, kerusakan kategori rusak berat sekali mencapai 311,99 hektare, rusak berat 695,37 hektare, rusak sedang 1.321,02 hektare, dan rusak ringan 2.611,45 hektare. (Suryadi)

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

UNIKI Gelar Student Global Preneur Academy di Lhokseumawe, Bekali Mahasiswa Literasi Keimigrasian dan Jiwa...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Tingkatkan Kompetensi, Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

0
KABAR BIREUEN, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja. Program ini menjadi bagian dari upaya...

KABAR POPULER

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Dikunjungi Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia, Pabrik Kelapa di Bireuen

0
KABAR BIREUEN -  Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia Dr, Ir. Agus Wahyudi, MM serta rombongan berkunjung ke pabrik berbahan...

Buka Lomba SKJ Tingkat Pelajar dan Mahasiswa, Ketua TP-PKK Bireuen Ajak Generasi Muda Budayakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 12 tim dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Bireuen ambil bagian dalam Lomba Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)...