KABAR BIREUEN, Bireuen – Ratusan guru Bimbingan Konseling (BK) jenjang SD dalam Kabupaten Bireuen, mengikut Diklat Bimbingan Konseling dan Pendidikan Nilai untuk Guru Kelas.
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud setempat, berlangsung selama enam hari, 20 hingga 24 April dan 30 April 2026.
Kepala Disdikbud Bireuen, Dr, Muslim, M.Si menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak terkait atas dukungan dan peran sertanya terlaksananya terlaksananya kegiatan ini.
“Diklat ini sangat penting bagi guru konseling,” ujarnya
Pelatihan ini krusial mengingat keterbatasan jumlah guru BK, sehingga guru kelas berperan langsung menciptakan lingkungan sekolah aman dan nyaman.
Muslim berharap guru menjadi lebih percaya diri dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.
Sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan sosial-emosional.
“Dengan adanya diklat ini guru diharapkan agar mampu mendampingi siswa SD agar tumbuh mandiri dan mampu merencanakan hidup yang lebih baik,” tutupnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PTK Disdikbud Bireuen, Abdul Majid, S.H., MM menjelaskan, tujuan utama diklat ini untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, dan profesionalisme guru BK agar mampu menjalankan tugas secara optimal sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan peserta didik.
“Guru bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam membantu peserta didik berkembang secara optimal, baik dari segi pribadi, sosial, belajar, maupun karakter,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan guru bimbingan dan konseling tidak lepas dari kebutuhan siswa yang semakin kompleks seiring perkembangan zaman.
Disebutkan, diklat ini, diikuti 210 peserta terdiri guru jenjang SD negeri dan swasta yang ada dalam Kabupaten Bireuen.
Dijelaskan, diklat ini dilaksanakan di komplek Disdikbud setempat, selama 6 hari mulai 20 hingga 24 April dan dilanjutkan pada 30 April 2026, dari 210 jumlah peserta tersebut mereka dibagi 6 rombel.
“Selain in kegiatan di lokal peserta juga nantinya akan melakukan on kegiatan di sekolah didamping oleh para pendamping,’ jelas Abdul Majid.
Pelaksanaan kegiatan ini menghadirkan 6 narasumber dari BPMP Provinsi. Aceh terdiri, Yusnaini, S.Si, M.Pd. Wahyuni, M.Pd. Ernawati, M.Pd. Rastina, M.Pd. Putra Jaya, M.Si dan Drs, Johari Effendi, M.Pd. (Hermanto)










