KABAR BIREUEN, Bireuen – Ir H Mukhlis ST – Ir Razuardi Ibrahim MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030 oleh Gubernur Aceh, H Muzakkir Manaf atau Mualem pada 18 Februari 2025.
Selang beberapa jam setelah dilantik, H Mukhlis harus terbang ke Jakarta untuk mengikuti Retreat bersama kepala daerah seluruh Indonesia di Akademi Militer Malang selama sepekan.
Kembali dari acara Retreat, Bupati Mukhlis bersama wakilnya Razuardi Ibrahim ‘tancap gas’ menjalankan roda pemerintahan sepeninggal Penjabat (Pj) Bupati Jalaluddin.
Pada April 2026, Pemerintahan Mukhlis – Razuardi baru berusia 14 bulan. Lalu, apa yang sudah dicapai selama Mukhlis – Razuardi memimpin daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara ini?
Sumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bireuen, menyebutkan beberapa capaian kinerja Pemerintahan di bawah nakhoda Bupati Mukhlis.
BACA JUGA: Penguatan Sinergi Daerah, Bupati Bireuen Hadiri Konferensi IV Forum KKA di Banda Aceh
Bidang Pemerintahan
Awal kepemimpinannya, Bupati Mukhlis turun langsung ke kecamatan-kecamatan untuk memastikan layanan dasar publik di kantor kecamatan dan puskesmas.
Pendataan dan penataan aset daerah dilakukan Mukhlis – Razuardi dengan menggandeng Forkopimda dan BPN.
Terbentuknya organisasi perangkat daerah yang menangani pajak dan retribusi daerah, yaitu Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda.
Bidang infrastruktur, Bupati Mukhlis juga fokus meningkatkan jalan penghubung antar kecamatan yang mendukung perekonomian masyarakat, seperti Jalan Jangka.
Berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025, Kabupaten Bireuen menempati urutan ke empat sebagai daerah dengan kualitas infrastruktur terbaik di Aceh dengan skor 3,22 atau di bawah Kota Banda Aceh yang mendapat skor 3,30.
BACA JUGA: Bupati Bireuen Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dan Dua Rancangan Qanun
Bidang Syariat Islam
Alokasi anggaran bidang penguatan syariat Islam pada masa kepemimpinan Mukhlis – Razuardi pun meningkat. Pada MTQ ke-37 tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya, kontingen Kabupaten Bireuen sukses perbaiki peringkat dari 17 ke peringkat 9.
“Ini karena Pak Bupati komit untuk menguatkan bidang Syariat Islam di Kabupaten Bireuen sesuai dengan visi dan misinya,” terang Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bappeda Bireuen, Anidar, Kamis (23/4/2026).
Tahun 2026, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bireuen menaikkan honorarium untuk imum syiek, muazin dan bilal mesjid.
“Anggaran untuk beasiswa santri juga terus meningkat. Ini program yang paling diprioritaskan oleh Bapak Bupati (H Mukhlis),” paparnya.
Bupati Mukhlis juga fokus menuntaskan persoalan kemiskinan ekstrim melalui penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin.
BACA JUGA: Bertemu Mendagri, Bupati Bireuen Bahas Langkah Strategis Percepatan Pembangunan Huntap
“Pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat miskin menjadi program prioritas. Dan tahun 2025 sudah banyak yang terealisasi,” sebutnya.
Bidang pertanian, kata Anidar, banyak juga program yang sudah direalisasikan, baik sarana maupun prasarana.
“Ada bantuan benih padi, program optimasi lahan, bantuan traktor,” urainya.
Bidang Kesehatan
Setelah dilantik sebagai Bupati, Mukhlis menyelesaikan persoalan tukar guling (ruislag) aset daerah dengan TNI untuk perluasan gedung RSUD dr Fauziah Bireuen.
Proses tukar guling itu dimulai masa Bupati Bireuen Drs Mustafa A Glanggang. Namun permasalahan itu tidak dapat diselesaikan oleh pendahulu Mukhlis.
Mukhlis tidak mau diam, ia membangun komunikasi dengan pimpinan TNI dari semua level, mulai Dandim sampai ke Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Tidak butuh waktu lama, akhirnya proses ruislag (sekarang hibah barang milik negara) tuntas masa kepemimpinan Mukhlis.
Prestasi lainnya, Pemkab Bireuen sukses menurunkan prevalensi stunting tahun 2025 dan meraih peringkat dua penilaian kinerja penurunan stunting di Aceh.
Hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 25 di Bireuen juga berkat kegigihan Bupati Mukhlis meyakinkan Pemerintah Pusat. Dan program Sekolah Rakyat (SR) sudah berjalan di gedung sementara Balai Latihan Kerja (BLK) Bireuen.
Seterusnya, awal Januari 2026 Bupati Bireuen melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Beunyot, Kecamatan Juli, Bireuen.
Kondisi ekonomi Kabupaten Bireuen secara umum dinilai stabil meskipun saat dilanda bencana.
“Bireuen ini kota singgah dan dikenal sebagai kawasan perdagangan dan pertanian,” kata Anidar.
Berdasarkan IDSD 2025, Kabupaten Bireuen berada pada urutan enam daerah paling maju di Aceh. (Red)










