KABAR BIREUEN, Bireuen — Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja bersama Satlantas Polres Bireuen menggelar Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) dan keselamatan berlalu lintas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) Bireuen, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini diikuti mahasiswa, dosen, serta sejumlah peserta dari kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh. Pelatihan tersebut 1bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar terkait penanganan pertama pada korban kecelakaan sebelum mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Perwakilan dari Jasa Raharja, Agus, menyampaikan, edukasi seperti ini sangat penting mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang seringkali membutuhkan respons cepat dari orang-orang di sekitar lokasi kejadian.
BACA JUGA: Prodi Manajemen UMMAH Gelar FGD Kurikulum OBE, Persiapkan Lulusan Hadapi Dunia Kerja
“Melalui pelatihan PPGD ini, kami berharap peserta mampu melakukan tindakan awal yang tepat, seperti menghentikan perdarahan, menjaga jalan napas, hingga evakuasi korban secara aman,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Satlantas Polres Bireuen Aipda Hidayat juga memberikan materi terkait pentingnya disiplin dalam berlalu lintas. Edukasi meliputi penggunaan helm standar, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta bahaya penggunaan ponsel saat berkendara.

Pihak Satlantas menegaskan bahwa upaya pencegahan kecelakaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh pengguna jalan.
Pihak Satlantas menegaskan bahwa upaya pencegahan kecelakaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh pengguna jalan.
“Kami ingin menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. di mana peserta diajarkan teknik dasar pertolongan pertama serta simulasi penanganan korban kecelakaan.
Kegiatan itu diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah Bireuen, sekaligus membentuk masyarakat yang lebih sigap dan peduli terhadap keselamatan di jalan raya. (Red)









