KABAR BIREUEN, Bireuen – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), mulai terjun langsung ke lingkungan sekolah dan madrasah melalui kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1 di sejumlah MAN dan MTsN di Kabupaten Bireuen.
Pengantaran mahasiswa ke masing-masing lokasi dilakukan supervisor FAI UNIKI. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan mahasiswa dapat memulai kegiatan PLP 1 sesuai lokasi, ketentuan, dan tugas yang telah ditetapkan.
PLP 1 menjadi tahapan penting bagi mahasiswa PAI untuk mengenal dunia pendidikan secara langsung. Tidak hanya mengamati proses pembelajaran, mahasiswa juga akan mempelajari budaya sekolah atau madrasah, karakter peserta didik, administrasi pendidikan, serta berbagai aktivitas yang menunjang penyelenggaraan pendidikan.
Dekan FAI UNIKI, Dr. Syaripuddin, M.Si., mengatakan pengalaman langsung di sekolah penting untuk melengkapi pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang perkuliahan. Melalui PLP 1, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihat dan memahami secara langsung dinamika pendidikan di sekolah dan madrasah,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Syaripuddin, PLP 1 merupakan salah satu tahapan dalam mempersiapkan mahasiswa PAI agar mampu menjadi calon guru yang profesional dan memahami kondisi nyata lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Dekan FAI UNIKI, Muhammad, M.Pd., meminta mahasiswa menjaga kedisiplinan, etika, tanggung jawab, serta nama baik almamater selama berada di sekolah dan madrasah.

“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun komunikasi yang baik dengan guru dan warga sekolah, serta menunjukkan sikap sebagai calon pendidik yang profesional,” katanya.
Ketua Program Studi PAI, Mahmudi, S.Ag., M.Pd., menyebutkan, PLP 1 menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.
“PLP 1 merupakan bagian penting dalam pembentukan calon guru PAI. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengamati budaya sekolah, karakter peserta didik, proses pembelajaran, dan berbagai aktivitas pendidikan secara langsung,” jelasnya.
Dia meminta mahasiswa memanfaatkan PLP 1 sebagai ruang belajar sekaligus membangun pengalaman profesional sebelum nantinya terjun sebagai pendidik.
“Jaga nama baik FAI UNIKI, disiplin dalam menjalankan tugas, hormati seluruh warga sekolah, dan bangun komunikasi yang baik dengan guru pamong maupun supervisor. Jadikan PLP 1 sebagai bekal untuk menjadi guru PAI yang kompeten, berkarakter, dan profesional,” ujarnya.
Dengan pendampingan supervisor di setiap lokasi, FAI UNIKI berharap pelaksanaan PLP 1 di MAN dan MTsN Kabupaten Bireuen berjalan optimal serta memberikan pengalaman akademik dan praktis yang bermakna bagi mahasiswa.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya FAI UNIKI mempersiapkan lulusan PAI yang memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sehingga mampu berkontribusi di dunia pendidikan. (Red)










