KABAR BIREUEN, Peusangan – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, berhasil meraih predikat Stand Fakultas Terfavorit (Favorite Faculty Booth) pada ajang Multicultural Festival – Summer Course 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan pada acara penutupan Pameran Multicultural Festival Summer Course 2026 yang digelar di halaman parkir Gedung MA Jangka, beberapa hari lalu.
Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fikom, Muhammad Sakhi Alhirzi, mengatakan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kreativitas dan inovasi stand yang ditampilkan oleh seluruh fakultas, pelaku UMKM, serta mahasiswa Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang yang mengikuti pameran.
Menurut Sakhi, keberhasilan Fikom tidak terlepas dari kekompakan mahasiswa, organisasi mahasiswa (ormawa), dan jajaran dekanat dalam mempersiapkan konsep serta tampilan stand.
“Penghargaan ‘Favorite Faculty Booth’ ini adalah hasil kerja keras seluruh ormawa Fikom, HIMAIF, dan HIMAIM,” ujar Sakhi.
BACA JUGA: Summer Course Umuslim-NGU Jepang Berakhir, Persahabatan Lintas Budaya Jadi Kenangan
Dia mengatakan, Fikom ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bidang teknologi tidak hanya berkutat dengan kode dan layar komputer, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberagaman budaya.
“Inovasi yang kami bawa di Multicultural Festival tahun ini merupakan wujud nyata bahwa teknologi bisa menjadi jembatan untuk melestarikan dan mempromosikan budaya,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fikom Umuslim Riyadhul Fajri, M.Kom., didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dasril Azmi, M.Kom., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
Dia berterima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah membangun kebersamaan dan berkontribusi dalam mempersiapkan stand Fikom, hingga berhasil menjadi stand fakultas terfavorit.
BACA JUGA: Fikom Umuslim Raih Predikat Fakultas Terbaik PKKMB 2026
Multicultural Festival 2026 merupakan bagian dari rangkaian Summer Course yang juga menjadi salah satu agenda pertukaran mahasiswa antara Umuslim dan NGU Jepang.
Program tersebut ditutup Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd. Dalam sambutannya, Marwan mengapresiasi NGU yang terus mempercayakan program pertukaran mahasiswa kepada Umuslim.
Menurutnya, perbedaan budaya, ras, dan suku bukan menjadi penghalang dalam membangun hubungan antarmasyarakat, melainkan kekayaan yang dapat disatukan melalui kolaborasi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Umuslim dan NGU tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan untuk mengenal dan memperkenalkan budaya masing-masing dalam suasana yang lebih terbuka dan kreatif. (Red)










