Sekda Bireuen Buka Kegiatan Jejak Tradisi Daerah Tahun 2018

KABAR BIREUEN- Sekretaris Kabupaten Bireuen, Ir Zulkifli Sp mewakili Bupati Bireuen membuka secara resmi kegiatan Jejak Tradisi Daerah (Jetdara) Tahun 2018, Selasa malam (27/3/2018)  di Aula Lama Setdakab setempat.

Sekda Ir Zulkifli dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan tradisi-tradisi daerah yang ada agar dikenal generasi muda dan terus bisa dilestarikan dan dipertahankan.

“Di jaman globalisasi ini, salah satu hal negatif yang timbul adalah mulai hilangnya budaya dan tradisi daerah diganti dengan budaya dan tradisi modern atau barat. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus digelar,” harap Zulkifli.

Sebelumnya,  Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh (BPNB), Irini Dewi Wanti, S.S., M.Sp dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan jetrada kegiatan unggulan yang dilaksanakan BNPB Aceh bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya di setiap lokasi berbeda di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Pada tahun 2018, Kabupaten Bireuen terpilih sebagai tuan rumah  dari kegiatan ini. Karena geliat tradisi tak hanya bertahan tapi juga mengalami perkembangan.

Jetrada ini bertemakan Etnografi Digital:Belajar Tradisi, memanfaatkan teknologi, dengan jumlah peserta 70 orang, terdiri dari 54 siswa dan 7 guru pendamping SMA/MA yang mewakili Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, 2 budayawan dan 2 blogger. Berlangsung 26-30 Maret 2018.

Jedrada, sebutnya, seyogyanya adalah sebuah napak tilas menelusuri tradisi, dimana generasai muda khsusnya siswa-siswi SMA diajak melakukan perjalanan ke lokasi-lokasi yang masyarakatnya masih melaksanakan tradisis leluhur yang ada disuatu daerah.

Intinya dari perjalanan ini, sebut Irini, adalah memberikan pemahaman dan menggugah kesadaran tentang kearifan lokal yang merupakan modal bagi pembentukan karakter bangsa di masa yang akan datang.

“Dengan kegiatan ini siswa-siswi tidak hanya diberikan pembekalan  teoritis tentang tradisi, nilai budaya dan etnografi digital melalui diskusi tanya jawab dengan aktivis dan akademisi, tetapi juga langsung mengamati dan menganalisa tradisi-tradisi yang masih dijalankan masyarakat,” katanya.

Tujuanya, agar mereka menemukan makna apa yang terkandung dalam tradisi yang mereka amati, pemahaman yang diperoleh secara pribadi dituangkan dalam bentuk laporan tertulis dan audio visual.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menapaki jejak tradisi yang ada di Geureugok, Gampong Cot Batee, Dayah Mudi Mesra dan Sanggar Rabbani Waheed di Samalanga.

“Lokasi –lokasi itu dipilih karena pertimbangan latar tradisi yang berbeda pembentukan karakter masyarakat Bireuen, yakni kuliner, kesenian dan pendidikan agama,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu disematkan pin kepada dua peserta secara simbolis dan penyerahan piagam kepada kepala BPNB Aceh oleh Sekda.

Pembukaan Jetrada tersebut diawali penampilan Seudati dari sanggar Syeh Dan dan ditutup Rabbani Waheed dari sanggar Seulanga Samalanga, yang menghentak panggung dan mendapat apllaus dari peserta dan undangan. (Ihkwati)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Perkuat Perlindungan HAM dan Profesionalisme Penyidik, Polres Bireuen Gelar Sosialisasi Praperadilan dalam KUHAP Baru

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K. membukan  penyuluhan dan sosialisasi tentang Praperadilan dalam KUHAP Baru sebagai Instrumen Perlindungan...

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Aceh pada 2026 mencapai sekitar Rp25,65 triliun. Dari angka tersebut, Pemerintah Pusat...

BSI Siap Jalankan Amanah Presiden Prabowo Subianto Sebagai Bank Penyedia Rekening Masyarakat

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mendorong masyarakat memanfaatkan...

Peran Generasi Muda dalam Mengenalkan dan Melestarikan Peninggalan Tradisional

0
Oleh: Ismatur Rahmi Ketua HMPH UNIKI DI TENGAH derasnya perkembangan teknologi dan budaya global, generasi muda menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan identitas budaya daerah. Kehadiran...

Dibiarkan Batu Berserakan dan Berdebu, Warga Harap Jalan Leubu Segera Diaspal

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Sudah lebih dari empat bulan sejak mulai dikerjakan pada 28 April 2026, ruas jalan di kawasan Leubu hingga Lapehan Mesjid,...

KABAR POPULER

Dibiarkan Batu Berserakan dan Berdebu, Warga Harap Jalan Leubu Segera Diaspal

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Sudah lebih dari empat bulan sejak mulai dikerjakan pada 28 April 2026, ruas jalan di kawasan Leubu hingga Lapehan Mesjid,...

Dituding Telantarkan Pasien Tumor Ganas, Manajemen RSUD dr Fauziah Ungkap Fakta Sebenarnya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen membantah pihaknya menelantarkan pasien tumor ganas, Rizki Saputri (34), warga Dusun Karieng, Desa Rancong, Kecamatan...

Nasib Dana Otsus Aceh Masih Menggantung, HRD Desak Pemerintah Pusat Segera Tentukan Sikap

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 masih belum memiliki kepastian. Menteri Keuangan...

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Aceh pada 2026 mencapai sekitar Rp25,65 triliun. Dari angka tersebut, Pemerintah Pusat...

Peran Generasi Muda dalam Mengenalkan dan Melestarikan Peninggalan Tradisional

0
Oleh: Ismatur Rahmi Ketua HMPH UNIKI DI TENGAH derasnya perkembangan teknologi dan budaya global, generasi muda menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan identitas budaya daerah. Kehadiran...