KABAR BIREUEN, Bireuen-Ratusan santri penghafal Al-Qur’an dari berbagai dayah baik berasal dari dalam dan luar Kabupaten Bireuen, mengikuti seleksi beasiswa santri Tahfidh, di Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar, S.Ag., M.A.P, di dinas setempat, Senin pagi 4 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Anwar menyampaikan, program ini adalah bagian dari strategi besar menjadikan Bireuen sebagai Kota Santri yang memiliki landasan Qur’ani yang kuat.
Ini bukan hanya tentang jumlah hafalan, tapi tentang membentuk karakter Qur’ani: adab, kesungguhan, dan tanggung jawab menjaga kalamullah.
“Kita ingin para hafizh ini tumbuh menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya penuh semangat.
Ia menambahkan, kegiatan ini adalah investasi jangka panjang, bukan hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga pembangunan moral dan sosial masyarakat.
“Kita tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, tapi juga membangun benteng nilai melalui dada-dada santri yang bersinar dengan hafalan Al-Qur’an,” tambahnya.
Anwar menyebutkan, tercatat ada 421 santri dari dalam dan luar kabupaten mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi ini.
Meski mereka berasal dari berbagai wilayah, seluruh peserta wajib menunjukkan bukti sebagai warga Kabupaten Bireuen, berupa Kartu Keluarga dan surat pengantar resmi dari pimpinan dayah masing-masing.
Namun, dari jumlah pendaftar tersebut, hanya 222 santri yang akan menerima beasiswa sesuai kuota yang telah disediakan.
“Seleksi ini terbagi dalam tujuh kategori berdasarkan jumlah hafalan, mulai dari 1 juz hingga 30 juz,” ujar Anwar.
Disebutkan, kategori dengan jumlah pendaftar terbanyak adalah hafalan 1 Juz (Juz Amma) dengan 154 peserta, namun hanya 115 orang yang akan diterima.
Diikuti oleh kategori hafalan 3 Juz dengan 97 peserta dan kuota hanya 28 orang.
Sementara untuk kategori tertinggi, yakni hafalan 30 Juz, terdapat 7 peserta, namun hanya 4 di antaranya yang akan mendapatkan beasiswa.
“Tidak hanya ketat dalam jumlah kuota, besaran beasiswa juga bervariasi sesuai capaian hafalan,” jelasnya.
Dirincikan, santri dengan hafalan 1 Juz menerima beasiswa sebesar Rp1,3 juta per orang, sementara penghafal 30 Juz akan memperoleh beasiswa hingga Rp10 juta per orang.
Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp470 juta untuk mendukung program ini.
Dana ini bersumber dari DPA Tahun Anggaran 2025 dan merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memuliakan para penjaga Al-Qur’an.
Lanjut Anwar, panitia memastikan, proses seleksi dilakukan secara objektif, mencakup pengujian hafalan, ketepatan tajwid, dan adab santri saat membaca Al-Qur’an.
Seleksi ini akan berlangsung beberapa hari ke depan dan diharapkan menghasilkan daftar santri terbaik yang akan menerima beasiswa pada akhir kegiatan.
“Dengan program seperti ini, Kabupaten Bireuen semakin memantapkan langkahnya sebagai kota yang bukan hanya dikenal sebagai pusat pendidikan dayah, tetapi juga sebagai tanah tumbuhnya generasi Qur’ani masa depan,” tutupnya.
Salah satu peserta asal Kecamatan Jeumpa mengatakan, kegiatan ini memberikan dorongan luar biasa bagi dirinya, ia sendiri pada kegiatan ini mengikuti seleksi di kategori hafalan 10 juz.
“Bagi saya, ini bukan hanya tentang mendapatkan beasiswa, tapi juga tentang membuktikan bahwa menjadi hafizh itu sebuah kehormatan,” katanya. (Hermanto)













