KABAR BIREUEN – Pelaku dugaan penculikan warga Gampong Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Harmaili (36), Jumat (8/9/2017) kemarin, sampai saat ini belum tertangkap.
Sementara korban, Harmaili sudah dilepas para penculik dan diturunkan di dekat jembatan Tutue Meuria, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, sekitar pukul 03.00 Wib, Sabtu dinihari. Korban kemudian pulang ke rumahnya. Polisi lalu menjemput korban untuk dimintai keterangan.
Dugaan sementara, penculikan Harmaili, pendamping desa di Kecamatan Peudada tersebut terkait persoalan utang piutang.
Dugaan itu dikatakan Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto, SE., SH kepada wartawan, Sabtu (9/8/2017), yang menyebutkan, itu baru dugaan sementara.
“Untuk memastikan apakah memang benar terkait utang piutang atau tidak, karena seingat korban, masalah yang dihadapi terkait utang piutang dengan mantan mertua dari istri pertamanya. Kepastiannya, kita harus menunggu pelakunya tertangkap. Hingga saat ini, tim penyidik masih mencari keberadaan pelaku penculikan tersebut,” jelas Riza Yulianto.
Diungkapkan Riza Yulianto, dari keterangan korban Harmaili kepada polisi, jumlah penculik ada tiga orang, satu orang sopir dan dua lainnya. Namun, korban tak mengenalinya karena matanya dilakban pelaku.
Sebelumnya, sebut Riza, dua minggu lalu memang ada orang yang datang mencari korban ke rumahnya. Tapi saat itu, korban tidak berada di rumahnya.
Setelah itu, katanya, dua hari sebelum penculikan itu, kembali ada dua orang datang ke rumah korban. Lagi-lagi, saat itu korban tidak berada di rumahnya.
“Karena itu, kita menduga penculikan terhadap korban terkait masalah utang piutang. Namun, ini masih dugaan, kepastiannya menunggu pelakunya tertangkap,” sebut Kapolres Riza Yulianto.
Diberitakan sebelumnya, Harmaili diculik Orang Tak Dikenal (OTK) di sebuah warung di Desa Meunasah Bungo, Peudada, Jumat (8/9/2017) sore kemarin sekira pukul 16.15 Wib. (Ihkwati)









