Sabtu, 13 Juni 2026

Pawang Ramli Tegaskan Tak Ada Aktivitas Perambahan Hutan Lindung di Peudada, Haji Uma Diminta Tidak Latah Berkomentar

KABAR BIREUEN, Peudada – Ramli (61) alias Pawang Ramli, warga Gampong Lawang, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, menegaskan, tidak ada aktivitas perambahan hutan lindung maupun hutan produksi di Kecamatan Peudada seperti yang diberitakan selama ini.

Hal itu diungkapkan Pawang Ramli kepada Kabar Bireuen, Sabtu malam (20/9/2025) melalui telepon selulernya.

“Kalau kita baca berita di media, seakan-akan hutan lindung dan hutan produksi yang ada di Peudada sudah habis dibabat. Padahal tidak demikian. Bahkan tim dari Polda Aceh sudah melihat langsung ke lapangan,” ujar Pawang Ramli.

Menurutnya, foto-foto hutan gundul yang beredar di media, bukanlah hutan ‘perawan’, tetapi bekas kebun kakao telah dibersihkan oleh pemiliknya.

“Itu (yang nampak hutan gundul) sebelumnya ditanam coklat (kakao) yang ditebang oleh pemilik, kemudian diganti tanam kelapa sawit,” ujarnya.

Terkait adanya aktivitas alat berat di kawasan hutan Peudada beberapa waktu lalu, Ramli menjelaskan, sebagian masyarakat membuka lahan dan membersihkan menggunakan alat berat yang dipinjam sewa dari pengusaha.

“Memang ada warga yang sewa alat berat secara patungan untuk membersihkan lahan. Kebetulan alat berat yang disewa itu melalui seorang anggota dewan. Seakan-akan itu lahan punya dewan, padahal bukan,” bebernya.

Ia tidak menampik bahwa sejumlah pejabat dan dewan memiliki kebun sawit di Kecamatan Peudada, tetapi lahan tersebut dibeli dari masyarakat, bukan dibuka secara ilegal seperti digembar gemborkan selama in.

“Lahan mereka (pejabat dan dewan) rata-rata bersertifikat. Minimal akta jual beli (AJ) karena mereka beli kebun sudah jadi dari masyarakat,” papar Ramli yang mengaku memiliki lahan kebun sawit di Alue Patrom (berbatasan dengan Gampong Blang Beururu).

Menurutnya, jarak hutan lindung dengan lokasi lahan sawit di Alue Peukeuce masih sangat jauh, dan tidak ada masyarakat maupun pengusaha yang menjamah kawasan tersebut.

Mantan kombatan GAM ini menduga, ada pihak yang sengaja memainkan isu perambahan hutan lindung dan hutan produksi secara ilegal oleh pejabat atau dewan untuk menutupi kejahatan lain.

Ia berharap, aparat dari Polda Aceh untuk mengusut tuntas siapa sebenarnya pihak yang melakukan jual beli kawasan hutan di Kecamatan Peudada.

“Polda Aceh jangan hanya menangkap petani kecil, tetapi juga harus menangkap dalang yang menjual lahan kawasan hutan selama ini sewaktu masih menjabat sebagai Seuneubok Uteun” harap Pawang Ramli.

Bantah Lahan untuk Kombatan Dirampas

Pada kesempatan itu, Pawang Ramli juga membantah adanya perampasan lahan hak mantan kombatan GAM. Bahkan, ia menantang pihak yang mengaku lahannya dirampas oleh pejabat untuk menunjukkan lokasinya.

“Memangnya kapan lahan untuk mantan kombatan GAM diberikan oleh Pemerintah di Kabupaten Bireuen? Kalau ada, saya pasti tahu, karena saya juga berhak mendapatkannya selaku mantan pejuang Aceh Merdeka. Jadi jangan asal sebut di media, tunjukkan buktinya kalau ada haknya dirampas orang lain. Mualem (Gubernur Aceh) sudah mengeluarkan pernyataan, lahan untuk mantan kombatan GAM baru diusulkan diganti dengan uang,” sebut mantan GAM Daerah II Wilayah Batee Iliek ini.

Haji Uma Jangan Latah

Pawang Ramli juga mengingatkan Senator DPD RI asal Aceh, Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma. Ia meminta senator yang juga komedian Aceh itu tidak latah membuat statemen di media massa terkait hutan di Kabupaten Bireuen, apalagi membuat laporan ke Polda tanpa menelusuri kebenaran informasi yang didapat dari orang-orangnya di lapangan.

“Haji Uma (Sudirman) jangan latah bicara soal hutan di Kabupaten Bireuen. Kapan ia pernah datang ke kawasan hutan tempat kami mencari nafkah? Jangan semua yang dilaporkan oleh timnya di lapangan ditelan mentah-mentah, justeru orang yang melaporkan itu adalah pelaku penjual lahan kawasan hutan selama ini. Saya bicara ada buktinya. Makanya saya harap polisi tidak tebang pilih menindak siapa pun pelaku yang terlibat,” katanya.

Aksi Haji Uma, imbuh Pawang Ramli lagi, telah merugikan masyarakat pasca tim Polda mengamankan 10 petani di kawasan hutan Peudada.

“Apakah Haji Uma sekarang sudah puas dengan ditangkapnya masyarakat miskin? Sementara pelaku lain saat ini berlindung di lingkaran politisi dan tidak tersentuh hukum,” pungkasnya. (Rizanur)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Tingkatkan Kompetensi, Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

0
KABAR BIREUEN, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja. Program ini menjadi bagian dari upaya...

Abu Doto Mantan Gubernur Aceh Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh-Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa...

Buka Lomba SKJ Tingkat Pelajar dan Mahasiswa, Ketua TP-PKK Bireuen Ajak Generasi Muda Budayakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 12 tim dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Bireuen ambil bagian dalam Lomba Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)...

Anggaran Mulai Mengalir, Satgas PRR Pacu Kementerian dan Lembaga Eksekusi Pemulihan Permanen

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Langkah pemulihan permanen di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat seiring mulai terealisasinya anggaran rehabilitasi...

Tuntut Bentuk Qanun Media Sosial, Gerakan Pembela Syariat Akan Gelar Aksi Damai di DPRA

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sejumlah tokoh agama, ulama, dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pembela Syariat akan menggelar aksi damai di halaman...

KABAR POPULER

Polda Aceh Terbitkan DPO Untuk Tersangka Pelecehan Seksual

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh menegaskan bahwa penerbitan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka dugaan tindak pidana pelecehan seksual atas nama Neldi...

Anggaran Mulai Mengalir, Satgas PRR Pacu Kementerian dan Lembaga Eksekusi Pemulihan Permanen

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Langkah pemulihan permanen di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat seiring mulai terealisasinya anggaran rehabilitasi...

Buka Final Voli, Kepala Kantor Kemenag Apresiasi Class Meeting MTsN 10 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan class meeting di...

Tuntut Bentuk Qanun Media Sosial, Gerakan Pembela Syariat Akan Gelar Aksi Damai di DPRA

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sejumlah tokoh agama, ulama, dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pembela Syariat akan menggelar aksi damai di halaman...

Ketua Umum Taman Iskandar Muda: Bagi Hasil Migas yang Berkeadilan untuk Aceh

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda menolak keras Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo Blok South Andaman yang telah ditandatangani oleh Menteri...