Minggu, 19 April 2026

Keuchik Hasdairin: Di Pante Karya Tidak Ada Hutan Lindung dan Lahan Khusus untuk Mantan Kombatan GAM

KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Di Gampong (Desa) Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, tidak ada lagi kawasan Hutan Lindung. Selain itu, lahan yang disebut-sebut diperuntukkan khusus untuk mantan kombatan GAM telah dirampas oleh mafia tanah, juga tidak dapat dibuktikan.

Demikian diungkapkan Keuchik Gampong Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Hasdairin yang menghubungi Kabar Bireuen melalui telepon selulernya, Kamis malam (25/9/2025).

Kalheuh lonjak pastikan bak dinas hana le uteun lindong di gampong lon (sudah saya pastikan ke dinas tidak ada lagi kawasan hutan lindung di Pante Karya),” tegas Keuchik Hasdairin.

Menurutnya, di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, yang ada kawasan hutan produksi, lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Selain itu, Hasdairin menegaskan, di wilayah yang ia pimpin tidak ada lahan diperuntukkan khusus untuk eks kombatan GAM.

“Tidak ada lahan khusus untuk mantan kombatan GAM di Pante Karya. Kalau ada saya pasti tahu,” sebut pensiunan PNS pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen ini.

Pada kesempatan itu, pria yang pernah menjadi pengelola barang pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen selama 23 tahun ini berharap, wartawan dalam menyajikan berita harus berdasarkan fakta.

Peta kawasan hutan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, menunjukkan warna kuning (Hutan Produksi), tidak ada kawasan hutan lindung. (Foto peta direkam di kantor BKPH Jeumpa)

“Silakan tulis kalau itu fakta dan jangan mengada-ada. Di Pante Karya tidak ada hutan lindung, jangan ditulis ada hutan lindung yang rusak. Nanti kami yang berurusan dengan pihak penegak hukum,” sebutnya.

Ia sangat menyayangkan pemberitaan di salah satu media online yang memuat hak jawabnya dipelintir.

“Mereka (wartawan media online) tanya ke saya, apa saya mendapat tekanan sehingga harus membantah berita yang ditulis di medianya. Saya jawab, saya tidak ditekan siapa pun, tetapi perlu meluruskan hal yang tidak pernah saya sampaikan kenapa ditulis di media. Ketika dimuat hak jawab saya, sudah ditulis diduga dapat tekanan, padahal tidak demikian,” ucapnya.

Sementara seorang mantan GAM yang berdomisili di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dihubungi Kabar Bireuen melalui selulernya, membeberkan tentang isu lahan untuk mantan kombatan GAM dirampas mafia tanah.

Menurutnya, pasca damai sejumlah mantan kombatan GAM menguasai ratusan hektare lahan bekas kawasan hutan di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Lahan tersebut, awalnya dikelola untuk kepentingan ekonomi mantan kombatan.

“Namun, tahun 2009 lahan itu dijual ke pengusaha sawit. Saya tidak setuju lahan itu dijual, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena keputusan orang ramai, dan uangnya dibagi-bagi,” ungkap mantan GAM yang tidak pernah melarikan diri ke luar Aceh ketika diberlakukan Darurat Militer, dan meminta jati dirinya tidak ditulis di media.

Sebutnya lagi, lahan itu tidak tertulis secara khusus untuk mantan GAM. “Tetapi kami yang klaim bahwa itu lahan untuk kombatan. Sekarang lahan itu semua sudah dijual, kalau disebut dirampas, siapa yang rampas,” ujarnya. (Rizanur)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Penguatan Sinergi Daerah, Bupati Bireuen Hadiri Konferensi IV Forum KKA di Banda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh– Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menghadiri secara langsung Konferensi IV Forum Komunikasi Pemerintah Kabupaten/Kota (FKKA) Se Aceh yang berlangsung...

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang. Kabar duka...

Seru dan Edukatif, Siswa Sukma Bangsa Bireuen Jelajah Museum Rumah Aceh Pijay 

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya - Sebanyak 51 siswa kelas V-Komet dan V-Matahari SD Sukma Bangsa Bireuen mengikuti kegiatan school visit ke Museum Rumah Aceh...

Fenomena ‘Flexing’ di Media Sosial: Pintu Masuk Ditjen Pajak Memantau Profil Wajib Pajak

0
Oleh: Sarah Rifqi Mauliza Mahasiswi Fakultas Hukum UNIKI FENOMENA 'flexing' atau pamer kekayaan di media sosial kini tak lagi sekadar soal gaya hidup atau pencitraan. Di...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...

KABAR POPULER

Penguatan Sinergi Daerah, Bupati Bireuen Hadiri Konferensi IV Forum KKA di Banda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh– Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menghadiri secara langsung Konferensi IV Forum Komunikasi Pemerintah Kabupaten/Kota (FKKA) Se Aceh yang berlangsung...

Zamzami Dilantik Jadi Asisten III, Munawar Kadis Syariat Islam Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen kembali melakukan mutasi dan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) dalam rangka pengisian jabatan yang kosong serta penyegaran...

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang. Kabar duka...

677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan yang rusak sedang seluas...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...