KABAR BIREUEN-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen, melalui Bidang Kebudayaan dan Parawisata, mengelar Pentas Seni, Lomba Tarian Seudati pelajar tingkat SD/MI se-Kabupaten Bireuen.
Pentas Seni, Lomba Tarian Seudati dalam rangka melestarikan kembali nilai-nilai budaya kesenian khas daerah, “Tari Seudati” yang kini semakin luntur peminatnya itu digelar Senin (14/8/2017) malam, di halaman Pendopo Bireuen dibuka Wakil Bupati, Dr. H. Muzakkar A Gani, SH., M.Si.
Dalam inti arahannya, Muzakkar A Gani mengajak, untuk melestarikan budaya bangsa dalam rangka memperkaya khasanah kekuatan bangsa kita sesuai dengan budaya kita sendiri.
Tarian-tarian dan seni seni yang telah digagas dibangun oleh pendahulu kita, oleh kreator- kreator seni kita, semangkin ditinggalkan diakibatkan perkembangan teknologi.
“Karena itu dalam lomba ini, mari kita lestarikan budaya bangsa dengan mempertahankan jati diri seni tradisi daerah kita, kata Wabup Bireuen ini.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Bireuen, Drs. Nasrul Yuliansyah, M.Pd, melaporkan, kegiatan ini salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017.
“Selain itu, Tari Seudati diperlombakan dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan tradisional daerah kita yang sekarang ini, seakan redup seiring dengan perkembangan zaman,” sebutnya.
Dikatakan, Seudati di masa lampau digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan pesan moral lewat syair syairnya, tapi sekarang seudati sudah kurang diminati.
“Sebagai generasi penerus, hendaknya kita menjaga bahkan melestarikan kebudayaan tradisional kita sendiri,” harapnya
Untuk itu dengan adanya lomba seudati ini, mari kita untuk melestarikan kembali kesenian khas daerah kita ini.
Sekolah-sekolah juga diharapkan untuk menggajarkan tari tradisional kepada muridnya, agar nilai-nilai kebudayaannya dapat di wariskan kepada anak cucu kita nanti.
“Apabila dibiarkan budaya tradisional kita lambat laun terus luntur bahkan hilang,” pungkasnya.
Amatan Kabar Bireuen, kegiatan itu juga di isi dengan Tarian Ranup Lampuan, Tari Troen U Krueng oleh Sanggar Ampoen Chik Peusangan SDN 28 Peusangan, Grup Rabbani Wahed dari SMPN 3 Bireuen dan puisi yang dibacakan oleh Arief Andepa dengan judul Bireuen. (Herman Suesilo)










