Diduga Surat Mendagri: Calon Lokasi Kampus IPDN di Bireuen Belum Memenuhi Kriteria

KABAR BIREUEN– Selembar surat yang diduga dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia terkait rencana pembangunan kampus IPDN Regional Aceh, beredar di grup WhatsApp, Jumat siang (14/9/2018).

Dalam surat tertanggal 5 September 2018 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tersebut, pada poin 2 disebutkan, secara umum calon lokasi kampus IPDN di Kabupaten Bireuen, belum memenuhi kriteria untuk dibangun Kampus IPDN Regional Aceh.

Surat nomor 892./6765 SJ dengan tembusan Presiden Republik Indonesia tersebut,  ditujukan kepada Gubernur Aceh.

Isi surat itu disebutkan, sehubungan dengan surat Gubernur Aceh nomor 892./111553 tanggal 2 April 2018 hal pembentukan tim Kementerian Dalam Negeri Kampus IPDN Regional Aceh- Bireuen, surat Bupati Bireuen masing-masing nomor 892./140 tanggal 20 Maret 2018 hal dasar pertimbangan Kabupaten Bireuen sebagai tempat pembangunan kampus IPDN dan nomor 900/554 tanggal 23 Juli 2018 hal mohon arahan dan petunjuk tentang master plan IPDN Regional Aceh.

Dengan hormat bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut, Kementerian Dalam Negeri melalui IPDN pada tahun 2017 telah melakukan survei pembentukan kampus IPDN di Provinsi Aceh di Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Bireuen terkait dengan lokasi calon kampus, luas tanah calon kampus dan aksesabilitas calon kampus.

Selanjutnya apabila akan dibangun Kampus IPDN Regional Aceh agar dapat dilakukan kajian kembali sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Terkait kebenaran surat tersebut, Wakil Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A. Gani SH.,M.Si yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, Jumat malam (14/9/2018), memberikan jawabannya melalui WhatsApp.

“Surat ini kita telah diskusikan dengan Bapak Bupati dan kalau sudah seperti itu pendapat Mendagri, kita tidak ada upaya lain,” katanya.

Karena, menurut Muzakkar, IPDN pada prinsipnya keputusan berada pada ranah Kemendagri dan terkait lokasi telah terjadi diskusi panjang antara Aceh Besar, Sabang dan Bireuen.

Ketiga daerah ini, kata dia, sama-sama mendapatkan rekomendasi Gubernur Aceh. Sesuai dengan rekomendasi Gubernur Aceh, Pemkab Bireuen telah menyediakan biaya pengadaan tanah dalam APBK 2018 Rp20 milyar.

“Kita sudah petakan lokasinya, namun Mendagri tidak mengeluarkan surat penunjukan ke Bireuen, malah terakhir mengeluarkan surat tidak layak sebagai lokasi IPDN di Bireuen dan kita tidak dapat mengintervensi karena segala upaya sebelumnya telah dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya memang sempat beredar kabar, Kampus IPDN tidak jadi dibangun di Bireuen karena belum ada kejelasan lahan.(Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sebelum Masuk PDDikti, UNIKI Perketat Validasi Data Mahasiswa Baru

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperketat validasi data mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 untuk memastikan seluruh data yang tercatat dalam...

Semakin Dipercaya Masyarakat, Nasabah BSI Region Aceh Naik 31,76 Persen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh menunjukkan pertumbuhan positif.  Hingga Juli 2026, jumlah nasabah di...

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie terkait sawah rusak berat menunjukkan progres sigap dan terukur. Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Ikuti Munas PEPSILI 2026 di IPB, Umuslim Perkuat Jejaring Ilmu Lingkungan

0
KABAR BIREUEN, Bogor – Program Studi Ilmu Lingkungan dan Magister Pemberdayaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Universitas Almuslim (Umuslim) memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi...

Polres Bireuen Santuni Anak Yatim pada Peringatan Maulid, Tausiah Disampaikan Abiya Jeunieb

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Polres Bireuen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar tausiah agama serta memberikan santunan kepada anak yatim dan santri. Kegiatan...

KABAR POPULER

Tolak Di-RJ-kan dengan Anderson, Ilham Sakubat Minta Proses Hukum Dilanjutkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Upaya penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) dalam kasus dugaan penghinaan terhadap wartawan antara korban, M Ilham bin Sakubat,...

Pemkab Bireuen Gelar Apel Kebangsaan, Satukan Semua Elemen Masyarakat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen, melaksanakan Apel Kebangsaan Indonesia Damai Kabupaten Bireuen 2026. Kegiatan...

83 Sumur Minyak Masyarakat di Bireuen Diverifikasi, Bupati Mukhlis Dorong Legalitas Tanpa Matikan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 83 sumur minyak masyarakat di Kabupaten Bireuen mulai diverifikasi secara faktual oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Badan Pengelola Migas...

Temui Mensos, Pemkab Bireuen Minta Kepastian Jadup bagi Masyarakat Terdampak Bencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Bireuen terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI untuk memastikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen...

Pastikan Kesiapan Personel Cegah dan Tangani Karhutla, Polres Bireuen Gelar Apel Pasukan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Guna pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kepolisian Resor (Polres) Bireuen, menggelar Apel Pasukan Pencegahan Bencana 2026. Apel dipimpin langsung...