Delapan Mukim Luncurkan Kesepakatan Adat Pengelolaan Kawasan Lintasan Satwa Liar

KABAR BIREUEN– Untuk pertama kalinya di Aceh, delapan Mukim yang ada Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen menyepakati pengelolaan kawasan lintasan satwa liar.

Salah satu tujuannya untuk mengurangi masalah konflik satwa liar dan manusia yang kerap terjadi.

Adapun mukim tersebut adalah Mukim Ketol di Aceh Tengah, Mukim Datu Derakal, Mukim Tugu RRI di Bener Meriah, Mukim Krueng, Mukim Juli Selatan, Mukim Blang Birah Mukim Bate Kureng, Mukim Kuta Jeumpa di Bireuen.

Ketiga Kabupaten yang masuk dalam Daerah Aliran Sungai Peusangan yang memiliki intensitas konflik satwa liar terutama gajah dan manusia yang cukup tinggi di Aceh.

Hampir sebagian besar kawasan lintasan satwa di kawasan ini sekarang berubah menjadi kawasan budidaya masyarakat, sehingga perlu strategi khusus bagaimana melindungi kawasan ini melalui pendekatan adat.

Kesepakatan adat Mukim ini mengatur larangan dan sanksi yang mengikat bagi seluruh masyarakat dan semua pihak termasuk perusahaan yang beraktivitas di dalam kemukiman teserbut.

Misalnya tidak boleh menebang pohon, membakar hutan, membuka lahan, mencemari sungai, memburu satwa, dan tidak membuka usaha ekonomi di daerah lintasan satwa.

Yang menarik para mukim juga menerapkan sanksi bagi siapapun yang melanggar larangan dalam bentuk denda uang Rp 1-5 juta menurut keputusan pengadilan mukim.

Ada juga yang mewajikan menanam pohon bagi yang melanggar menebang pohon di kawasan tersebut. Ada juga sanksi harus membuat kenduri adat jika pelanggaran besar seperti pembunuhan gajah dengan tidak menghilangkan sanksi hukum positif yang berlaku.

Menurut Ketua Forum DAS Krueng Peusangan, Suhaimi Hamid, kesepakatan adat ini telah disusun dalam rangkaian diskusi panjang yang melibatkan mukim dan masyarakat termasuk para ahli hukum selama satu tahun.

Ini adalah bagian dari Program Share Resources Joint Solution (SRJS) kolaborasi antara Forum DAS Krueng Peusangan, WWF Indonesia dan Balai Syura Ureueng Inong Aceh di Lansekap Peusangan, Jambo Aye dan Tamiang.

“Selama ini kita banyak meninggalkan pesan-pesan adat dalam pengelolaan sumber daya alam. Kita menghadapi masalah kerusakan alam, konflik satwa dan manusia yang kesemuanya menyebabkan kerugian di masyarakat. Untuk itu penting mendorong mukim berperan aktif dalam memastikan perlindungan hutan dan satwa,” kata Suhaimi.

Acara peluncuran kesepakatan adat mukim ini dilaksanakan di aula Perguruan Tinggi Kebangsaan Bireuen, Selasa (28/8/2018) dengan ditandai oleh Seminar “Mukim dan Konservasi” yang menghadirkan para pembicara seperti Taqwaddin Husein dari Fakultas Hukum Unsyiah, Amri J Prang dari Pemerintah Aceh, Tgk Muhammad Yusuf, Tokoh ulama Aceh, Daud Yusuf dari MAA Aceh, dan dari lembaga Wali Nanggroe.

Mukim Juli Selatan, Zainuddin mengatakan ini adalah pertama kali baginya menyusun kesepakatan mukim terkait perlindungan hutan dan satwa.

“Kami sekarang sudah punya landasan kerja untuk pemerintahan mukim dalam rangka perlindunganmn lintasan satwa, DAS dan hutan di daerah kami. Dengan peraturan ini kami mempunyai kewenangan untuk menertibkan masalah perusakan hutan seperti penambangan galian C. Harapan kami pemerintah memperhatikan dan memberikan dukungan kepada kami untuk mengelola sumber daya alam yang lebih berkelanjutan,” Zainuddin, Mukim Juli Selatan. (REL).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Nasib Dana Otsus Aceh Masih Menggantung, HRD Desak Pemerintah Pusat Segera Tentukan Sikap

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 masih belum memiliki kepastian. Menteri Keuangan...

Cegah Karhutla, Polsek Makmur Gencarkan Patroli dan Sosialisasi

0
KABAR BIREUEN, Makmur— Personel Polsek Makmur, Polres Bireuen menyisir sejumlah kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (7/9/2026). Selain memastikan kondisi lapangan, polisi mengingatkan...

Wabup Bireuen Pimpin Upacara Peringatan Hardikda Aceh ke-67

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, sukses menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67...

Siapkan Calon Guru Profesional, Mahasiswa PAI UNIKI Mulai Asah Kompetensi Mengajar di Sejumlah Madrasah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), mulai terjun langsung ke...

Kreatif Padukan Teknologi dan Budaya, Fikom Umuslim Raih Stand Terfavorit di Ajang Multicultural Festival...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, berhasil meraih predikat Stand Fakultas Terfavorit (Favorite Faculty Booth) pada ajang...

KABAR POPULER

Dituding Telantarkan Pasien Tumor Ganas, Manajemen RSUD dr Fauziah Ungkap Fakta Sebenarnya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen membantah pihaknya menelantarkan pasien tumor ganas, Rizki Saputri (34), warga Dusun Karieng, Desa Rancong, Kecamatan...

Kunjungi Korban Kebakaran di Gampong Pante Baro, Ketua PMI Bireuen Serahkan Bantuan

0
KABAR BIREUEN,Juli—Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M. atau Edi Obama, mengunjungi lokasi kebakaran di Gampong (Desa) Pante Baro, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen...

Wabup Bireuen Pimpin Upacara Peringatan Hardikda Aceh ke-67

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, sukses menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67...

Kreatif Padukan Teknologi dan Budaya, Fikom Umuslim Raih Stand Terfavorit di Ajang Multicultural Festival...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, berhasil meraih predikat Stand Fakultas Terfavorit (Favorite Faculty Booth) pada ajang...

Tim Dokter RSUD dr Fauziah Bireuen Berhasil Angkat Tumor 15 Kg dari Wanita Lansia...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen berhasil mengangkat tumor seberat 15 kg dari pasien lansia berusia...