KABAR BIREUEN – Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Bireuen menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III, Sabtu (30/9/2017) di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.
Musda III tersebut dibuka Wakil Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A. Gani SH, M.Si yang dalam sambutannya antara lain menyebutkan, hari ini, dengan digelarnya Musda III DKA Kabupaten Bireuen, apa yang diidamkan selama tiga tahun, kini sudah terwujud.
Wabup Muzakkar berpesan, dalam Musda ini agar memilih calon yang peduli dan memperhatikan perkembangan seni. Tujuannya, agar seni di Bireuen dapat dilestarikan dan makin berkembang.
Salah satu caranya dengan melakukan inventarisir kembali dan didaftarkan sebagai seni khas atau unggulan Bireuen. Seperti Rabbani Wahed misalnya, yang sudah menjadi seni khas Bireuen.
Dikatakannya, dengan ilmu hidup jadi mudah, dengan seni hidup jadi indah dan dengan agama hidup jadi terarah.
Pemilihan ketua DKA Bireuen tersebut, kata dia, tentu saja harus tetap mengacu pada AD/ART DKA. Musda tersebut sangat penting untuk persiapan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII pada Agustus 2018 mendatang.
Ketua dan pengurus DKA yang terpilih nantinya harus bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dalam persiapan PKA.
“Persiapkan semuanya dengan baik, anjungan Bireuen harus bagus, tampilkan kesenian yang jadi unggulan, sehingga bisa menjadi juara atau mendapatkan piala. Selain juga supaya anjungan kita banyak pengunjung. Jangan seperti PKA sebelumnya, malu kita,” ungkap Muzakkar.
Muzakkar meminta agar pada PKA nantinya harus ada target yang jelas, misalnya apakah juara umum atau paling tidak masuk lima besar.
Sebelumnya, Ketua panitia Musda III DKA Kabupaten Bireuen, Noviati MR dalam laporannya menyebutkan, peserta Musda berasal dari 17 kecamatan yang memiliki hak suara sah dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK).
Seharusnya Musda ini memang sudah digelar sejak tiga tahun lalu, namun terbentur anggaran. Pada Musda ini Pemkab Bireuen membantu tempat dan konsumsi.
“Kita buka kesempatan dan terbuka bagi siapa saja untuk mendaftar sebagai Bakal calon Ketua, asalkan tetap harus sesuai dengan AD/ART,” tegas wanita yang akrab disapa Novi itu.
Sementara itu, Kadisdikpora Bireuen yang diwakili Kasie Seni dan Budaya, Agusmaidi S.Pd, menyebutkan, siapa saja yang terpilih nanti diharapkan bisa kerjasama dengan Disdikpora terutama bidang Seni dan Budaya.
Sejumlah nama bakal calon ketua yang digadang-gadang untuk maju pada Musda III tersebut, yaitu H. Mukhlis A.Md, Syeh Mulyadi dan Dewa Abdullah.
Tampak hadir Wakil Ketua DPRK Bireuen, Drs. Muhammad Arif, Ketua KNPI Bireuen, Asnawi MY, Direktur PT Takabeya Perkasa, Mukhlis A.Md, pengurus DKA Provinsi, Pengurus DKA Aceh Utara, Ormas dan OKP serta peserta Musda. (Ihkwati)











