Setelah Tito Datang, Diputuskan Huntara Perlu Dibangun di Bireuen

KABAR BIREUEN, Bireuen – Kabar gembira bagi pengungsi korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen. Setelah penantian panjang dan polemik berkepanjangan terkait pembangunan hunian sementara (huntara), akhirnya pemerintah pusat memutuskan, huntara segera direalisasikan untuk para penyintas yang hingga kini masih bertahan di tenda darurat.

Kepastian tersebut menguat usai kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, bersama Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah, ke lokasi pengungsian korban bencana di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (21/2/2026).

Sumber layak dipercaya menyebutkan, sepulang dari Bireuen, Tito langsung menggelar rapat bersama Wagub dan jajaran Pemerintah Aceh di Banda Aceh, Minggu (22/2/2026). Seusai rapat, Tito dan Fadhlullah langsung bertolak ke Jakarta untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.

“Dalam rapat itu diputuskan, di Bireuen akan dibangun huntara untuk korban bencana yang hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian,” ungkap sumber tersebut dari Banda Aceh melalui telepon seluler kepada Kabar Bireuen, Minggu sore.

BACA JUGA:  Terbukti DTH Bukan Solusi Pengganti Huntara, Warga Balee Panah Terpaksa Jalani Puasa di Tenda Pengungsian

Keputusan itu, lanjut sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan ini, diambil setelah Tito melihat langsung kondisi para pengungsi di Balee Panah yang masih bertahan di tenda darurat. Selain itu, pertimbangan juga didasarkan pada hasil survei uji petik oleh tim kecil yang diutus ke sana sekitar enam jam sebelum rombongan Mendagri tiba di lokasi.

Tim tersebut bertugas mewawancarai sejumlah pengungsi terkait kebutuhan hunian sementara. Hasilnya, mayoritas menyatakan sangat membutuhkan huntara karena mereka umumnya kehilangan rumah dan tidak lagi memiliki tanah.

“Dari data tim itulah diperoleh informasi riil bahwa para pengungsi memang meminta dibangun huntara. Banyak di antara mereka kehilangan rumah dan tidak punya lahan lagi untuk dibangun tempat tinggal,” jelas sumber tersebut.

Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan kepada pengungsi korban bencana di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. (Foto: Dok. Kemendagri)

Lebih lanjut dijelaskannya, kebijakan pembangunan huntara di Bireuen diambil alih langsung oleh pemerintah pusat melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Dengan skema itu, prosesnya tidak lagi harus melalui usulan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Sumber tersebut menduga, pengambilalihan oleh pemerintah pusat ini juga menjadi jalan tengah atas polemik sebelumnya soal huntara. Sebab, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, tidak mengusulkan pembangunan huntara ke pemerintah pusat, dengan alasan para korban menolaknya dan menginginkan langsung dibangun hunian tetap (huntap).

Sebenarnya, sinyal ke arah akan dibangun huntara untuk pengungsi di Bireuen, sudah terbaca saat kunjungan Tito ke Balee Panah hari itu. Dalam keterangannya kepada wartawan, Tito menegaskan, penyediaan huntara menjadi prioritas agar warga terdampak tidak terlalu lama tinggal di tenda darurat.

“Saya terus berkomunikasi untuk percepatan pembangunan huntara. Saat ini sekitar 15 ribu unit sedang dikerjakan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pak Wakil Gubernur terkait teknis pelaksanaannya,” ujar Tito.

BACA JUGA:  Bukan Menolak, Warga Balee Panah Tegaskan Sangat Butuh Huntara

Menurutnya, pembangunan huntara dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Selain yang dikerjakan secara mandiri, pemerintah pusat melalui BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), akan turun langsung menangani pembangunan hunian bagi warga terdampak.

“Seperti langkah sebelumnya, Kementerian PU dan BNPB mengambil alih sebagian pekerjaan. Siapa pun yang mengerjakan tidak masalah. Yang terpenting, huntara cepat selesai agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian,” tegas Tito.

Dengan adanya keputusan tersebut, harapan baru pun muncul bagi para pengungsi korban bencana di Bireuen. Setelah hampir mencapai tiga bulan bertahan dalam keterbatasan di tenda darurat, kini mereka menanti realisasi huntara sebagai tempat tinggal yang lebih layak dan manusiawi, sembari menunggu pembangunan huntap yang memakan waktu lama. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Jembatan Darurat Kubang Itam Rampung Dikerjakan, Akses Warga Kembali Terhubung

0
KABAR BIREUEN, Juli — Akses transportasi warga Dusun Kubang Itam, Desa Balee Panah–Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kembali terhubung setelah jembatan darurat...

Pastikan Kesiapan Hadapi Akreditasi, BPMI UNIKI Audit Mutu Internal FAPERTA

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperkuat kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi melalui pelaksanaan Audit...

Rangka Billboard Depan RS Jeumpa Hospital yang Tertabrak Truk Kontainer Sudah Dibongkar

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Rangka billboard di jalan Nasional depan RS Jeumpa Hospital Bireuen yang tertabrak truk kontainer beberapa hari lalu sudah dibongkar. Amatan Kabar...

Taklukkan Simpang Mamplam, Kota Juang Pastikan Satu Tiket ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim sepak bola Kecamatan Kota Juang tim pertama yang melaju ke babak semifinal Piala Bupati Bireuen 2026, setelah berhasil menaklukkan...

Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator kinerja keuangan hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut tercermin dari...

KABAR POPULER

Diikuti 17 Grup, Festival Meurukon HUT ke-27 Bireuen Perebutkan Anugerah Bupati

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Memeriahkan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan...

Kalahkan Kuala, Peusangan Tim Terakhir Lolos ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN,Bireuen- Tim Kecamatan Peusangan menjadi tim terakhir yang lolos ke perempat final setelah mengalahkan Kecamatan Kuala dengan skor tipis 1-0, di ajang Kejuaraan...

Taklukkan Simpang Mamplam, Kota Juang Pastikan Satu Tiket ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim sepak bola Kecamatan Kota Juang tim pertama yang melaju ke babak semifinal Piala Bupati Bireuen 2026, setelah berhasil menaklukkan...

Semarak HUT ke-27 Bireuen, Festival Literasi Jadi Momentum Bangun SDM Berkualitas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten Bireuen menjadikan Festival Literasi Daerah 2026 sebagai momentum memperkuat budaya membaca sekaligus membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas...

Pameran UMKM dan Kuliner HUT Ke-27 Kabupaten Bireuen, Stand Kecamatan Pandrah Disesaki Pengunjung

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Stand UMKM Kecamatan Pandrah yang menjual aneka kuliner (kue) khas Aceh di arena Pameran UMKM Kecamatan dan Kuliner dalam rangka...