Selasa, 26 Mei 2026

Setelah Tito Datang, Diputuskan Huntara Perlu Dibangun di Bireuen

KABAR BIREUEN, Bireuen – Kabar gembira bagi pengungsi korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen. Setelah penantian panjang dan polemik berkepanjangan terkait pembangunan hunian sementara (huntara), akhirnya pemerintah pusat memutuskan, huntara segera direalisasikan untuk para penyintas yang hingga kini masih bertahan di tenda darurat.

Kepastian tersebut menguat usai kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, bersama Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah, ke lokasi pengungsian korban bencana di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (21/2/2026).

Sumber layak dipercaya menyebutkan, sepulang dari Bireuen, Tito langsung menggelar rapat bersama Wagub dan jajaran Pemerintah Aceh di Banda Aceh, Minggu (22/2/2026). Seusai rapat, Tito dan Fadhlullah langsung bertolak ke Jakarta untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.

“Dalam rapat itu diputuskan, di Bireuen akan dibangun huntara untuk korban bencana yang hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian,” ungkap sumber tersebut dari Banda Aceh melalui telepon seluler kepada Kabar Bireuen, Minggu sore.

BACA JUGA:  Terbukti DTH Bukan Solusi Pengganti Huntara, Warga Balee Panah Terpaksa Jalani Puasa di Tenda Pengungsian

Keputusan itu, lanjut sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan ini, diambil setelah Tito melihat langsung kondisi para pengungsi di Balee Panah yang masih bertahan di tenda darurat. Selain itu, pertimbangan juga didasarkan pada hasil survei uji petik oleh tim kecil yang diutus ke sana sekitar enam jam sebelum rombongan Mendagri tiba di lokasi.

Tim tersebut bertugas mewawancarai sejumlah pengungsi terkait kebutuhan hunian sementara. Hasilnya, mayoritas menyatakan sangat membutuhkan huntara karena mereka umumnya kehilangan rumah dan tidak lagi memiliki tanah.

“Dari data tim itulah diperoleh informasi riil bahwa para pengungsi memang meminta dibangun huntara. Banyak di antara mereka kehilangan rumah dan tidak punya lahan lagi untuk dibangun tempat tinggal,” jelas sumber tersebut.

Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan kepada pengungsi korban bencana di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. (Foto: Dok. Kemendagri)

Lebih lanjut dijelaskannya, kebijakan pembangunan huntara di Bireuen diambil alih langsung oleh pemerintah pusat melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Dengan skema itu, prosesnya tidak lagi harus melalui usulan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Sumber tersebut menduga, pengambilalihan oleh pemerintah pusat ini juga menjadi jalan tengah atas polemik sebelumnya soal huntara. Sebab, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, tidak mengusulkan pembangunan huntara ke pemerintah pusat, dengan alasan para korban menolaknya dan menginginkan langsung dibangun hunian tetap (huntap).

Sebenarnya, sinyal ke arah akan dibangun huntara untuk pengungsi di Bireuen, sudah terbaca saat kunjungan Tito ke Balee Panah hari itu. Dalam keterangannya kepada wartawan, Tito menegaskan, penyediaan huntara menjadi prioritas agar warga terdampak tidak terlalu lama tinggal di tenda darurat.

“Saya terus berkomunikasi untuk percepatan pembangunan huntara. Saat ini sekitar 15 ribu unit sedang dikerjakan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pak Wakil Gubernur terkait teknis pelaksanaannya,” ujar Tito.

BACA JUGA:  Bukan Menolak, Warga Balee Panah Tegaskan Sangat Butuh Huntara

Menurutnya, pembangunan huntara dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Selain yang dikerjakan secara mandiri, pemerintah pusat melalui BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), akan turun langsung menangani pembangunan hunian bagi warga terdampak.

“Seperti langkah sebelumnya, Kementerian PU dan BNPB mengambil alih sebagian pekerjaan. Siapa pun yang mengerjakan tidak masalah. Yang terpenting, huntara cepat selesai agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian,” tegas Tito.

Dengan adanya keputusan tersebut, harapan baru pun muncul bagi para pengungsi korban bencana di Bireuen. Setelah hampir mencapai tiga bulan bertahan dalam keterbatasan di tenda darurat, kini mereka menanti realisasi huntara sebagai tempat tinggal yang lebih layak dan manusiawi, sembari menunggu pembangunan huntap yang memakan waktu lama. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bupati Bireuen Serahkan Santunan dan Sembako untuk Difabel Jelang Idul Adha

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menyerahkan santunan dan bantuan sembako kepada kaum difabel, Senin, (25/5/2026) di Pendopo setempat. Bantuan yang diserahkan berupa...

UNIKI Siapkan Ujian CAT untuk 1.457 Calon Mahasiswa Baru, Seleksi Digelar Awal Juni

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia atau UNIKI mematangkan persiapan pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test...

Terkendala Naik Jenjang Jabatan, APRI Aceh Dorong Pelaksanaan Ukom bagi Penghulu

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Menyahuti aspirasi penghulu yang tertahan kenaikan jenjang jabatan, Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh melalukan audiensi...

Sambut Hari Raya Idul Adha, HRD dan PKB Bireuen Bantu Sembako untuk Disabilitas

0
KABAR BIREUEN, Peudada — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), bersama Fraksi PKB DPRK...

APH Dikabarkan Mulai Usut Dugaan Penyimpangan Dana SPP PNPM Jangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Aparat Penegak Hukum (APH) dikabarkan mulai mengusut dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) pada Program Nasional Pemberdayaan...

KABAR POPULER

Honorarium Imum Syiek, Bilal dan Muadzin Masjid Dinaikkan, Keuchik Tami dan Tgk Ismayadi Apresiasi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Anggota DPRK Bireuen dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) dan Partai Adil Sejahtera (PAS) mengapresiasi kebijakan Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis ST,...

APH Dikabarkan Mulai Usut Dugaan Penyimpangan Dana SPP PNPM Jangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Aparat Penegak Hukum (APH) dikabarkan mulai mengusut dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) pada Program Nasional Pemberdayaan...

Ketua PMI Bireuen Apresiasi Bupati Mukhlis Naikkan Honor Imum Syiek, Bilal, dan Muadzin Masjid

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., mengapresiasi kebijakan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., yang menaikkan honorarium imum...

Sambut Hari Raya Idul Adha, HRD dan PKB Bireuen Bantu Sembako untuk Disabilitas

0
KABAR BIREUEN, Peudada — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), bersama Fraksi PKB DPRK...

Ini Juara Delapan Cabang Lomba FLS3N SMP Tingkat Kabupaten Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, telah berakhir. Kegiatan yang...