KABAR BIREUEN, Aceh Utara – Upaya memulihkan ekonomi masyarakat pascabencana di Gampong Keude Bungkaih, Aceh Utara, diarahkan tidak sekadar melalui bantuan modal dan bahan baku, tetapi juga peningkatan kemampuan mengelola usaha secara profesional.
Hal itu disampaikan Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. H. Kamaruddin, M.M., CRP., CFRM., CIFA, saat menjadi pemateri Kelas Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Produksi Usaha Batu Bata Merah di Sentra UMKM Batu Bata, Desa Jaga Harapan, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 30 penerima manfaat dan difasilitasi melalui Program Desa Jaga Harapan: Sentra UMKM Batu Bata yang melibatkan Ford Foundation, Salam Setara, dan Kitabisa.
Dalam pembinaan bertema “Usaha Terkelola, Produksi Efisien, Usaha Lebih Untung”, Kamaruddin memberikan pemahaman tentang perencanaan keuangan, efisiensi sumber daya, manajemen risiko, hingga strategi meningkatkan keuntungan.
Menurutnya, bantuan yang diberikan harus mampu menjadi pengungkit agar usaha masyarakat kembali berjalan dan berkembang.
“Pelaku usaha perlu memahami biaya produksi, HPP, harga jual, arus kas, serta risiko usaha,” ujarnya.
Peserta juga diberikan simulasi mengenai penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP), termasuk dampak produk rusak atau reject terhadap biaya produksi. Dengan pencatatan keuangan yang baik, pelaku usaha dapat mengetahui kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan.

Selain persoalan tata kelola usaha, peserta menyampaikan harapan agar pemerintah ikut menjaga kestabilan harga batu bata serta membuka akses pasar yang lebih luas.
Masyarakat juga berharap hasil produksi batu bata lokal dapat lebih banyak diserap untuk pembangunan fasilitas publik, perumahan, dan kebutuhan konstruksi lainnya dengan tetap memenuhi standar kualitas dan ketentuan teknis.
Program tersebut dinilai penting karena bantuan pascabencana diarahkan untuk memulihkan mata pencaharian sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Kamaruddin menilai kolaborasi perguruan tinggi, lembaga sosial, pemerintah, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihan tersebut.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar lebih banyak produksi, tetapi usaha masyarakat harus lebih terkendali, lebih efisien, lebih tahan terhadap risiko, dan lebih menguntungkan,” katanya.
Melalui dukungan bahan baku dan biaya operasional, pembinaan kapasitas, serta akses pasar yang lebih baik, sentra UMKM batu bata di Keude Bungkaih diharapkan mampu kembali berkembang dan menjadi sumber pendapatan masyarakat secara berkelanjutan. (Red)











