Afwal Winardy

KABAR BIREUEN – Permintaan rumah di Aceh masih tinggi, baik rumah subsidi maupun rumah komersil walau kini dalam kondisi pandemi Covid-19.

Meskipun untuk pembayaran cicilan rumah subsidi dan penjualan rumah sempat menurun, karena berkurangnya pendapatan masyarakat.

Demikian dikemukakan Ketua Ketua Asosiasi Pengembang dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Aceh, Afwal Winardy, Kamis (10/12/2020) di Kantor Apersi Aceh di kawasan Ie Masen Kayee Adang, Banda Aceh.

“Selama adanya Covid-19 memang berdampak, penjualan sedikit menurun karena masyarakat dari daerah tidak bisa ke Banda Aceh. Umumnya merupakan masyarakat yang bekerja pada sektor informal, yang mengalami pendapatannya menurun, sehingga mereka tidak bisa menyicil rumah dan membeli rumah,” jelasnya.

Dikatakannya, rumah subsidi diprioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan peminatnya tetap tinggi namun persediaan terbatas. Rumah kecil tipe 21 yang luas tanahnya 60 m2, tipe 33 dengan luas tanah 80 m2 sampai tipe 36 yang luas tanahnya 200 m2, lebih luas daripada itu sudah termasuk rumah komersil.

Ditambahkannya, harga yang ditawarkan masih terjangkau, karena ada subsidi dari pemerintah, yakni Rp 150 juta untuk tipe 33, namun ke depan harga akan naik menjadi Rp 165 juta.

“Saat ini pembangunan rumah subsidi di Kota Banda Aceh sudah tidak layak lagi, disebabkan harga tanah yang semakin mahal, sehingga nantinya berimbas pada lambatnya penjualan,” ucap Afwal.

Maka, kata dia,  bergeser ke wilayah Aceh Besar, karena itu ada sejumlah langkah-langkah yang harus diperhatikan oleh developer untuk membangun perumahan. Adanya dokumen yang lengkap, adanya kelayakan apakah cocok atau tidaknya suatu kawasan dibangun perumahan. Seperti Surat Pernyataan Pengelolan Lingkungan (SPPL), juga harus dilengkapi agar tidak menganggu lingkungan sekitar.

Afwal berharap, ke depan lebih terbuka lebih luas lagi untuk masyarakat yang ingin memiliki rumah, apalagi dengan adanya Badan Pengelolan Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dari pusat, yang tujuannya agar masyarakat bisa menabung untuk bisa memiliki rumah.

“Satu lagi dengan adanya aplikasi SiKasep, memberikan kemudahan bagi masyarakat, atau konsumen rumah subsidi untuk memilih lokasi perumahan. Pada umumnya masyarakat yang mau beli rumah, pasti menanyakan lokasi,” demikian diterangkan Afwal.