KABAR BIREUEN-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen mengelar Focus Group Discucussion (FGD) pemetaan potensi ekonomi kreatif di kabupaten Bireuen, Selasa (31/10/2017) di ruang meeting Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim,
Ketua Panitia Diskusi, Zulkifli,M.Kom, menyebutkan, digelarnya FGD ini, untuk menyahuti salah satu program Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pusat, yang sedang melakukan pemetaaan berbagai potensi sumber ekonomi kreatif di setiap wilayah.
Oleh karena itu kampus mencoba memfasilitasi mempertemukan empat faktor yaitu akademisi, pemkab, komunitas dan pelaku usaha, untuk menduku dan mengambil peran dalam program untuk pemetaan potensi ekonomi kreatif dibireuen.
Dikatakan Zulkifli, FGD ini untuk mensinkronkan fungsi dan peran kampus dan pemkab dalam mengakomodir potensi dan permasalahan yang dihadapi di daerah.
“Hasil ini, bisa menjadi masukan bagi bekraf pusat dalam melakukan pemetaan, mengembangkan dan pembinaan pertumbuhan ekonomi kreatif daerah agar mampu berkiprah di tingkat global,” jelas Zulkifli.
Kegiatan yang dibuka rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin idris,SE.,MSi menghadirkan para SKPK di lingkungan Pemkab Bireuen dan juga komunitas Juang Cinema yang telah memfasilitasi berbagai program kreatif selama ini di kampus Umuslim.
Amiruddin Idris menyambut baik forum ini, menurutnya Bekraf yang merupakan sebuah badan dibawah kendali Presiden langsung, sekarang sedang melakukan program revitaslisasi infrastruktur ruang kreatif di Umuslim.
Harapannya, setelah bangunan ini selesai, dapat dimanfaatkan oleh seluruh potensi ekonomi kreatif di Bireuen untuk berbagai program pembinaan. Program ini juga dapat dijadikan rujukan bagi pusat untuk menentukan arah pemetaan pembinaan ekonomi kreatif di Kabupaten Bireuen.
“Sekarang bekraf sedang melakukan pemetaan terhadap kabupaten/kota seluruh indonesia, dimana hasil pemetaan ini akan dilakukan uji petik terhadap subsektor unggulan dan prioriritas pembinaan dan pengembangan ekonomi kreatif di daerah,” sebutnya.
Harapannya, dengan FGD, kolaborasi kampus dengan pemkab dan komunitas pelaku ekonomi kreatif ini, dapat menghasilkan suatu potensi pemetaan ekonomi kreatif yang dapat menjadi rujukan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Hadir dalam FGD tersebut unsur akademisi Umuslim, Ketua Yayasan Almuslim, Bappeda, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Dinas Infokom, Kasubbag Ekonomi, Dinas Penanaman Modal, Perdangangan, Koperasi, UKM dan beberapa SKPK terkait pemetaan ekonomi dan komunitas seperti Juang Cinema, komunitas seni dan komunitas IT. (Ihkwati)








