KABAR BIREUEN – Sejak bulan Juni hingga Oktober 2019 sudah berjalan lima bulan BPJS Lhokseumawe masih menunggak membayar dana BPJS untuk RSUD dr Fauziah Bireuen sekitar Rp 25 miliar lebih.

Akibat menunggaknya dana BPJS tersebut, hampir setengah tahun manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen menjerit terkendala dalam pengadaan obat-obtan untuk kebutuhan ratusan pasien yang setiap hari berobat di Rumah Sakit Rujukan dr Fauziah, baik berobat jalan dan rawat inap yang tidak bisa ditunda dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen dr Mukhtar Mars menjelaskan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Rabu (23/10/2019).

Dikatakan, untuk mengatasi pelayanan kesehatan terhadap tertunggaknya dana BPJS sekitar Rp 25 miliar lebih, pihaknya telah melaporkan kepada Bupati, Sekda Bireuen dan Dinas Kesehatan telah memberikan perhatian serius mengatasi tertunggaknya dana BPJS dengan dana talangan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat di RSUD dr Fauziah milik pemerintah tetap berjalan lancar.

Menurut dr Mukhtar, akibat tertunggaknya dana BPJS sudah berlangsung selama lima bulan sekitar Rp 25 miliar lebih tidak hanya terkendala dalam hal pengadaan obat-obatan untuk kebutuhan ratusan pasien rawat jalan dan rawat inap setiap hari.

Selain itu, sebanyak 1028, medis, para medis dan pegawai RSUD yang memberikan pelayanan kesehatan siang malam kepada masyarakat sudah lima bulan menjerit belum menerima insntif sebagai hak mereka secara patut,” jelasnya.

Dr Mukhktar bersama menajemen RSUD dr Fauziah Bireuen sangat berharap kepada BPJS Lhokseumawe dapat segera menyelesaikan pembayanan dana BPJS kepada RSUD dr Fauziah yang sudah lima bulan tertunggak.

“Ini gar pelayanan kesehatan RSUD dr Fauziah milik pemerintah dapat berjalan lancar, sesuai harapan masyarakat,” pinta Mukhtar Mars. (H.AR Djuli).

BAGIKAN