KABAR BIREUEN – Tiga proposal Ide Cerita film dokumenter dari Bireuen lolos ke tahap berikutnya dalam ajang Aceh Documentary Competition (ADC) 2020, dari tujuh proposal yang lolos ke tahap berikutnya.

Ketiga proposal ide cerita film dokumenter tersebut adalah Batee Lhee dipawangi Andri Kurniawan dan Ayu Sabrina yang mengangkat cerita kelompok pemuda yang menjaga wilayahnya dari ketertinggalan di pelosok Peudada.

Selanjutnya Usailah Corona, karya Munawar Khalid dan Sasqia Putri, dan terakhir Sang Bhayangkara di Tengah Covid-19, Menyerah atau Bertahan? Karya M. Rizki dan T. Fhonna Rizki

Dua dari tiga proposal ide cerita film dokumenter tersebut hasil dari mentoring Novianti MR, alumni ADC 2013 yang merupakan tahun pertama ADC digelar.

Novianti MR kepada Kabar Bireuen, Sabtu (13/6/2020) menyebutkan, ADC 2020 telah menutup pengiriman proposal ide cerita film dokumenter 10 Juni 2020 lalu.

Pada tahun ini, dia membina dua tim. Kedua tim tersebut berhasil lolos bersama satu tim lainnya yang juga dari Bireuen.

Batee Lhee dipawangi Andri Kurniawan dan Ayu Sabrina yang mengangkat cerita kelompok pemuda yang menjaga wilayahnya dari ketertinggalan di pelosok Peudada.

Sementara M. Rizki dan T. Fhonna Rizki mengangkat sosok Deni Putra dan Komunitas Kami Peduli Bireuen yang masih terus aktif meskipun di tengah pandemi, dengan judul Sang Bhayangkara di Tengah Covid-19, Menyerah atau Bertahan?

“Kedua tim ini pada tanggal 16-20 Juni akan mengikuti Basic Training bersama Aceh Documentary di Banda Aceh. Saya bersyukur setelah sekian lama vakum, Alhamdulillah ilmu saya masih saya transfer ke adik-adik. Semoga film maker di Bireuen terus berkembang,” jelas Novi.

Dia berharap dukungan banyak pihak agar ke dua tim sampai ke titik finish dan menjadi film dokumenter yang baik dan inspiratif bagi banyak orang. (Ihkwati)