KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak 445 petugas pendataan lapangan ke seluruh wilayah kabupaten tersebut. Sensus yang digelar setiap sepuluh tahun sekali ini diharapkan menjadi pijakan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 ditandai dengan pelepasan ratusan petugas lapangan di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin (15/6/2026). Para petugas akan melakukan pendataan terhadap seluruh unit usaha di 17 kecamatan selama periode 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Kepala BPS Kabupaten Bireuen, pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator di lingkungan Pemkab Bireuen, kepala instansi vertikal, para camat, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda statistik nasional yang bersifat rutin, melainkan instrumen strategis untuk memetakan kondisi ekonomi daerah secara menyeluruh.

Menurutnya, data yang dihasilkan dari sensus tersebut akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Komitmen bersama yang kita canangkan hari ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud tanggung jawab dan tekad kita bersama untuk menghasilkan data statistik yang berkualitas, akurat, dan dapat dipercaya. Data inilah yang nantinya akan menjadi kompas dan landasan utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran,” kata Mukhlis.
Ia menjelaskan, hasil sensus diharapkan mampu menghadirkan gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian Kabupaten Bireuen, mulai dari skala usaha kecil hingga besar. Data tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta meningkatkan daya saing daerah.
Dalam kesempatan itu, Mukhlis juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas lapangan yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan sensus. Ia berpesan agar seluruh petugas bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan menjunjung tinggi independensi selama menjalankan tugas.

“Saudara-saudara sekalian adalah ujung tombak yang mengemban amanah penting bagi bangsa dan daerah. Bangun komunikasi yang baik dengan pelaku usaha, patuhi prosedur, serta jagalah nama baik institusi dengan mengedepankan etika dan sikap yang santun di lapangan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bireuen, Ir. Maimun, menyampaikan, sebanyak 445 petugas yang telah direkrut akan melakukan pendataan secara door to door terhadap seluruh unit usaha yang ada di Kabupaten Bireuen.
Menurutnya, partisipasi dan dukungan masyarakat, khususnya para pelaku usaha, sangat dibutuhkan agar data yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi riil perekonomian daerah.
Rangkaian acara juga diisi dengan penandatanganan dokumen komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Bireuen dan BPS Kabupaten Bireuen sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Prosesi pencanangan ditutup dengan pelepasan balon Sensus Ekonomi 2026 dan pelepasan resmi para petugas pendataan lapangan menuju wilayah kerja masing-masing. Pemkab Bireuen berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dan mendukung pelaksanaan sensus demi terwujudnya data ekonomi yang akurat untuk pembangunan daerah di masa mendatang. (Suryadi)









