KABAR BIREUEN-Penutupan Musabaqah Tunas Ramadhan (MTR) ke XXI Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka se Aceh, di Bireuen, semakin berwarna dengan tampilnya Tari Kreasi Smaphore.

Kreatifitas Tari Kreasi Smaphore Sulthan Iskandar Muda, dibawah asuhan, Mawardi, SSTP., M.Si dan Zulfan P, berhasil memukau penonton yang hadir, pada malam penutupan MTR XXI Tahun 2022, di Lapangan Ruang Terbuka Hijau Cot Gapu Bireuen (eks Stadion Cot Gapu), Selasa malam (19/4/2022).

Meski guyuran hujan gerimis namun tidak menyurutkan antusias penonton untuk menyaksikan atraksi tari tersebut yang dikemas dan ditata begitu apik oleh Ammar Zaki, Khairul Fajri, ST dan MUA oleh Yusniar, S.IP.

Penampilan dua belas penari ini, yakni Nurul Asyifa, Lailan Sofina.Siva Nuriska, Najwa Safira. Andini Putri. Nazila Putri, Intan Yulani, Nadiya Dwipa, Nailul Luna, Farah Nabilla, Hanifatun Nufus dan Mukram, mendapatkan aplaus meriah dari penonton.

Disela-sela kegiatan, Mawardi, SSTP., M.Si dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen menjelaskan, pada dasarnya semaphore di dalam pramuka adalah suatu cara untuk mengirimkan dan menerima sebuah berita dengan bendera semaphore.

“Tari kreasi semaphore ini, terdiri dari beberapa tarian nusantara yang digabungkan menjadi satu,” ujarnya.

Disebutkan, keduabelas penari tersebut adalah adik-adik pramuka dari beberapa jenjang sekolah yang tergabung pada Kwarcab Kabupaten Bireuen.

Malam penutupan Musabaqah Tunas Ramadhan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka se Aceh ini, juga menghadirkan Cut Rianda Zuhra.

Cut Rianda Zuhra, gadis asal Bireuen, Aceh ini merupakan penyanyi dangdut jebolan ajang pencarian bakat LIDA 2019.

Dia tampil dengan suara merdunya ia melantunkan beberapa tembang religi yaitu lagu yang berkaitan erat dengan lagu keislaman. (Herman Suesilo).