KABAR BIREUEN- Tanah milik Firmandez di pusat Kota Juang Bireuen dulunya bekas lapangan VOA (Vootball Of Atjeh).

Menurut sumber beberapa tetua di Bireuen menyebutkan, tanah lapangan VOA Bireuen merupakan hibah Ampon Chiek Kuta Krueng Bireuen untuk lapangan sepak bola masyarakat Bireuen.

Tak diketahui pasti mengapa kemudian sebagian lapangan sepak bola VOA Bireuen menjadi lahan milik Firmandez dan sebagian menjadi areal pertokoan.

Lahan tanah bekas lapangan VOA Bireuen yang terletak  di pusat Kota Juang Bireuen  lintasan jalan Banda Aceh- Medan milik Firmandez dengan lebar Timur ke barat sekitar 30 meter lebih dan memanjang dari utara ke Selatan sekitar 100 meter.

Sejak menjadi lahan milik Firmandez yang berlokasi di pusat kota Bireuen sudah menjadi lahan kumuh sangat merusak tatanan wajah kota Bireuen.

Konon lagi di jalan lintas Banda Aceh- Medan yang setiap hari sangat padat arus  lalu lintas, truk-truk tronton parkir di depan pintu masuk tanah milik Firmandez parkir menurunkan barang-barang dari Medan untuk pertokoan di kota Bireuen.

Hal tersebut sangat menggangu arus lalu lintas umum, pihak Dishub diminta agar memasang rambu di larang parkir truk.

Pihak Dinas terkait Pemkab Bireuen, Dinas PU dan Tata Ruang, Dinas Pertanahan terkesan masih lalai dalam menertibkan lahan kumuh, kios-kioas liar yang dibangun tanpa izin di ruas jalan  dan lorong-lorong  antar pertokoan dalam kota Bireuen.

Karena, selain sangat menggangu keindahan kota juga sangat mengganggu mobil pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu terjadinya kebakaran kota.

Beberapa tokoh masyarakat sangat berharap Pemkab Bireuen untuk mengatasi kesemrautan tatanan kota Bireuen. Sudah saatnya menertibkan bangunan-bangunan, kios-kios tanpa izin dalam kota Bireuen agar Bireuen tidak menjadi kota kumuh.

“Berkenaan dengan lahan tanah milik Firmandez yang sudah belasan tahun menjadi lahan kumuh di pusat kota Bireuen agar diberi teguran  untuk segera membangun pertokoan sesuai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dikeluarkan Pemkab Bireuen,” sebut salah seorang tokoh masyarakat. 

Dan jika masih membiarkan lahannya menjadi lahan kumuh, katanya,  Pemkab Bireuen perlu mengambil langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.   

“Ini sangat penting ditertibkan, karena di ruas jalan samping sebelah timur lahan kumuh milik Firmandez sudah banyak bermunculan kios-kios liar yang sangat mengganggu arus lalu lintas umum dan keindahan kota Bireuen,” pungkasnya.(H.AR Djuli)

BAGIKAN