Tak Akomodir Huntara, Pemkab Bireuen Dinilai Tidak Peka Terhadap Kebutuhan Hunian Mendesak bagi Pengungsi Korban Banjir

KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dinilai tidak peka terhadap kebutuhan hunian mendesak bagi para pengungsi korban banjir dan tanah longsor. Penilaian ini muncul, menyusul kebijakan Pemkab Bireuen yang tidak mengakomodir pembangunan hunian sementara (huntara), padahal hingga kini banyak korban bencana masih bertahan di tenda darurat, meunasah, dan lokasi pengungsian lainnya.

Kritik keras tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRK Bireuen, Surya Dharma, SH, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (9/1/2026). Dia menyebut, dalam kondisi darurat pascabencana, kehadiran huntara menjadi kebutuhan paling realistis dan manusiawi, sebelum adanya hunian tetap (huntap).

“Yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini adalah tempat tinggal sementara yang layak dan aman. Huntap memang penting, tapi prosesnya lama dan belum jelas kapan bisa ditempati. Apalagi, bagi para korban yang tidak lagi memiliki tanah, tentu ini jadi persoalan tersendiri,” jelas Surya.

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Pemkab Bireuen seharusnya membaca kondisi di lapangan secara objektif dan menempatkan kebutuhan serta kenyamanan korban sebagai prioritas utama. Mengingat, bulan suci Ramadan dan Idul Fitri semakin dekat, sementara para korban masih hidup di tempat tak layak. .

Surya menegaskan, tidak ada persoalan anggaran yang bisa dijadikan alasan untuk tidak mengakomodir pembangunan huntara. Pasalnya, anggaran penanganan bencana bersumber dari APBN, bukan APBK Bireuen.

BACA JUGA: Huntap untuk Korban Banjir Sumatra, Perdana Dibangun di Bireuen

“Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menzalimi masyarakat. Kita hanya mendorong percepatan administrasi, bukan memupus harapan korban banjir untuk bisa menikmati huntara. Kalau ada solusi cepat, mengapa harus memilih yang lama?” tanya Surya.

Dia juga menyoroti sikap Pemkab Bireuen yang mengambil keputusan sepihak, tanpa melalui musyawarah dengan masyarakat korban bencana. Padahal, di lapangan aspirasi warga sangat beragam dan tidak bisa diseragamkan.

Surya mengungkapkan, dari hasil turun langsung ke berbagai lokasi terdampak, mayoritas korban bencana justru berharap dibangunkan huntara, sambil menunggu proses pembangunan huntap.

“Keuchik dan warga Gampong Kapa dan Pante Lhong di Kecamatan Peusangan berharap ada huntara. Begitu juga warga Gampong Salah Sirong Jaya dan Alue Limeng di Kecamatan Jeumpa, warga Balee Panah Kecamatan Juli. Bahkan, ada yang sudah menyiapkan lahannya,” bebernya.

Aspirasi serupa, lanjut Surya, juga disampaikan warga Gampong Ulee Jalan Kecamatan Peusangan Selatan, Gampong Ujong Blang dan Babah Suak Kecamatan Kuta Blang, serta desa lainnya di Kabupaten Bireuen.

BACA JUGA: Bukan Menolak, Warga Balee Panah Tegaskan Sangat Butuh Huntara

Menurut Surya, setiap korban bencana memiliki kebutuhan dan pilihan yang berbeda. Karena itu, pemerintah seharusnya melakukan pemetaan dan memberi ruang bagi masyarakat untuk menentukan opsi terbaik bagi mereka.

“Kalau ada yang memilih huntara, silakan. Kalau ada yang siap menunggu huntap, juga tidak masalah. Yang keliru adalah memaksakan satu kebijakan untuk semua korban bencana,” tegasnya.

Surya bahkan mencurigai adanya kepentingan tertentu di balik dugaan pemaksaan pembangunan huntap oleh Pemkab Bireuen, dengan mengabaikan huntara. Dia mempertanyakan, apakah kebijakan tersebut murni demi kepentingan korban atau ada motif lain yang berpotensi merugikan masyarakat.

Selain itu, Pemkab Bireuen juga dituding menggiring opini dengan mendorong korban bencana menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per KK per bulan. Hal ini, seolah-olah para korban bencana menolak pembangunan huntara karena yang berhak menerima dana tersebut mereka yang tidak tinggal di barak.

“Jumlah tersebut jelas tidak cukup untuk kebutuhan hidup dan tak sebanding kalau mereka diberikan fasilitas tempat tinggal di huntara. Negara sudah menjamin hak korban bencana dengan membangun huntara menggunakan uang negara. Jangan lagi kita zalimi mereka,” kecam Surya.

BACA JUGA: Tolak Relokasi, 200 KK di Juli Serahkan Surat Tanah untuk Dibangun Huntap

Dia mengingatkan, kondisi di pengungsian saat ini sangat memprihatinkan, terutama bagi bayi, anak-anak, dan lansia yang terpaksa hidup berbulan-bulan di bawah tenda darurat.

“Apakah kita tega membiarkan mereka terus-menerus hidup di pengungsian?” katanya.

Pernyataan Pemkab Bireuen

Sebelumnya, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menyampaikan, korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen menolak pembangunan huntara dan lebih memilih pembangunan huntap.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Mukhlis dalam konferensi pers di Meuligoe Bireuen, Rabu (31/12/2025).

Menurut Mukhlis, kesimpulan itu diperoleh setelah dirinya bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, turun langsung ke lokasi terdampak bencana dan berdialog dengan masyarakat.

BACA JUGA: Gampong Krueng Simpo Sediakan Lahan untuk Pembangunan Huntap Korban Banjir

“Masyarakat menyampaikan langsung kepada Kepala BNPB bahwa mereka tidak membutuhkan huntara. Mereka lebih memilih hunian tetap atau pembangunan rumah langsung,” kata Mukhlis.

Dia juga beralasan, pembangunan huntara akan membuat pemerintah harus mengeluarkan anggaran dua kali karena sifatnya sementara. Berbeda dengan huntap yang langsung menjadi tempat tinggal permanen bagi korban.

“Pembangunan rumah untuk korban banjir sudah kita usulkan jumlahnya ribuan. Jika ada warga yang tidak lagi memiliki tempat tinggal, mereka bisa tinggal sementara di rumah keluarga. Dana Tunggu Hunian (DTH) ditanggung pemerintah sebesar Rp600 ribu per KK per bulan,” demikian disampaikan Mukhlis. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Gelombang Tinggi, Kapal Polri Tetap Sisir Laut Cari Korban KM Virgo Transport 8

0
KABAR BIREUEN, Banjarmasin – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat. Di tengah gelombang yang...

Kunjungi Tenda Belajar SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Ketua Umum PP TIM Jakarta Muslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Ir. H. Muslim Armas, didampingi H Zainal Abidin Hussein SE,...

Tingkatkan Layanan Haji, Bupati Mukhlis Groundbreaking Gedung Kantor Kemenhaj Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang – Gedung Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) dan Umrah Kabupaten Bireuen mulai dibangun di Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang. Pembangunan...

Pastikan Pendistribusian BBM Lancar, Polres Bireuen Kawal Aktifitas di SPBU

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Bireuen terus mengintensifkan patroli ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum...

FKOM UNIKI Gelar Seminar Ilmiah, Pematerinya Prof Ucok Pakar Informatika dan Komputer Indonesia

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pakar Informatika dan Komputer Indonesia dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., mendorong mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia...

KABAR POPULER

Lantik 34 Kepala Sekolah, Bupati Mukhlis Ingatkan Jabatan Ini Amanah untuk Masa Depan Generasi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 34 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan...

Wacana Kantin MBG Timbulkan Keresahan Bagi Relawan SPPG di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Kuala - Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) melontarkan wacana menjadikan kantin sekolah sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi...

Monev Keterbukaan Informasi Publik, Enam SKPK Bireuen Terima Penghargaan Kualifikasi Sangat Baik dan Baik

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyerahkan penghargaan kepada enam Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang memperoleh hasil...

Apresiasi Pelaku Olahraga dan Atlet Berprestasi, Pemkab Bireuen Serahkan Penghargaan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Momen peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada pembina cabang...

Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar, Wabup Bireuen Inspektur Upacara Peringatan Haornas ke-43

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun...