KABAR BIREUEN – Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Bireuen tahun 2020 menurun dibandingkan dengan tahun 2019.

Hal itu disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi dalam konferensi pers, Kamis (31/12/2020) di Gazebo Mapolres Bireuen.

Dihadapan belasan Wartawan yang mengikuti acara tersebut, Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat yang didampingi Kabag Ops, AKP Yasir SE MSM, Kasat Lantas, AKP Rachmat Jayadi, Kasat Resnarkoba, Iptu Yusra memaparkan capaian atau prestasi penanganan berbagai kasus gangguan kamtibmas.

Kapolres Bireuen menyebutkan, angka kriminalitas yang terjadi tahun 2020 sebanyak 375 kasus. Sedangkan tahun 2019 sebanyak 480 kasus.

“Menurunnya angka kriminal itu menandakan kesadaran masyarakat tentang hukum mulai meningkat,” kata Taufik Hidayat.

Kasus Narkotika yang berhasil diungkap oleh aparat penegak hukum jajaran Polres Bireuen pada tahun 2020, lanjut Taufik Hidayat, terjadi peningkatan.

“Tahun 2019 sebanyak 78 kasus dan 2020 meningkat jumlahnya sampai 103 kasus,” paparnya.

Pengungkapan kasus narkotika terbesar yang dilakukan penegak hukum dari satuan Polres Bireuen, yaitu kasus dengan tersangka PNS berinisial MK bin MH.

“Pada kasus ini berhasil kita amankan sabu seberat 1.001,78 gram dan penanganan kasus ini sudah P-21,” ujar Kapolres.

Satu lagi tersangka yang tersangkut kasus narkoba disebut Kapolres Bireuen pada konferensi pers itu adalah IA, warga Bireum Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.

“BB juga mencapai satu kilogram lebih,” sebut Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat.

Pada kesempatan tersebut ia juga mengungkapkan bahwa tahun 2020 Polres Bireuen telah melakukan pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) tiga personil polres setempat yang berpangkat bintara.

Ia merincikan personil Polres Bireuen yang sudah di PTDH, Bripda RF, kasus narkoba, Briptu DK, terlibat kasus perampokan BRI unit Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Briptu M, disersi.

Kasus menonjol tahun 2020 yang berhasil diungkapkan Polres Bireuen, tindak pidana membongkar ATM BNI di depan Hotel Purnama Bireuen. Berikutnya adalah tindak pidana penganiayaan berat yang dapat menghilangkan nyawa orang. Kasus ini disebutkan oleh Kapolres Taufik Hidayat terjadi di Desa Pucok Alue Rheng, Kecamatan Peudada, Jumat 3 April 2020 dengan korban meninggal dunia yaitu M Ali bin Zaen.

“Perlu saya sampaikan kepada rekan rekan, bahwa ke dua kasus ini sudah P-21,” sebutnya.

Tentang penganiayaan seorang warga Ulee Rabo, Kecamatan Jeunieb juga disebut dalam konferensi pers itu oleh Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat. Kata dia, perkara itu telah dilakukan SP-3 karena bukan tindak pidana. Disebutkan dalam konferensi pers itu, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik korban melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menggorok lehernya menggunakan pisau cutter.

“Hasil pemeriksaan psikiater korban mengalami depresi berat dan berhalusinasi tinggi,” sebut AKBP Taufik Hidayat.

Lainnya tindak pidana pembunuhan dengan korban meninggal dunia di Desa Ie Rhoeb Lung, Kecamatan Simpang Mamplam berkasnya juga sudah P-21 (lengkap)

Perkara berikutnya yang ditangani Polres Bireuen adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan korban seorang ibu rumah tangga di Desa Juli Teungku Dilampoh, Kecamatan Juli.

Kasus kecelakaan lalulintas juga mengalami penurunan. Sebut orang nomor satu di polres itu, pada tahun 2019 sebanyak 762. “Sekarang pada tahun 2020 berkurang menjadi 518 kasus,” katanya.

Begitu pula dengan pelanggaran lalin, disebut Kapolres Bireuen, sepanjang tahun 2020 adalah 7.470 kasus penilangan dan pemberian teguran sebanyak 12.063 kasus.

Sedangkan perkara korupsi hanya satu kasus ditangani pihaknya, yaitu dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Tahun 2020, tambah AKBP Taufik Hidayat, Polres Bireuen juga terlibat operasi yustisi dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

Polres Bireuen sukses melaksanakan pengamanan pelaksanaan peringatan 15 tahun MoU Helsinki dan Milad GAM Ke 44 di Kabupaten Bireuen.

“Pada ke dua even tersebut tidak ada satupun bendera bulan bintang yang dikibarkan,” pungkas AKBP Taufik Hidayat.

Selain menangani berbagai kasus gangguan kamtibmas, disebut Kapolres Bireuen pihaknya juga telah membangun satu unit rumah layak huni untuk warga miskin di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Juli. (Rizanur)