KABAR BIREUEN– Amir Bin Nurdin menghilang dari rumahnya sejak seminggu lalu tanpa ada kabar apapun.
Warga Juli Meunasah Tambo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen itu pergi tanpa pesan apapun kepada keluarganya.
Tak ayal, hal itu membuat keluarganya resah atas kondisi pria 48 tahun itu. Karena khawatir keberadaan Amir yang belum juga kembali ke rumah sampai hari ini, dua orang anaknya masing-masing Zalwi Furqan (18) dan Mira Zettira (16) mendatangi Kantor PWI Bireuen, Senin (21/8/20170 meminta bantuan memberitakannya di media.
Kedua remaja itu menduga, kepergian ayahnya itu ada kaitannya dengan bisnis beras yang dijalaninya selama ini bersama seorang pedagang (toke) beras di kawasan Juli.
Namun, katanya, dia tidak tahu nama toke tempat sang ayah selama ini mengambil beras untuk diedarkan ke sejumlah kios di kawasan Kota Bireuen.
“Toke itu selalu mendatangi ke rumah kami untuk menagih uang hasil dari penjualan beras. Dia pertama kali datang pada Rabu lalu, saat itu ayah sudah tak ada lagi di rumah, telah pergi tak meninggalkan pesan apapun kepada kami,” ungkap Zalwi dan Mira sedih.
Kemungkinan besar, sebut Mira, kepergian ayahnya karena telah berjanji menyetor uang hasil dari penjualan beras kepada toke tersebut, tapi janji itu belum bisa ditepati.
Dia tidak tahu apakah kepergian ayahnya dari rumah sepekan lalu itu ada hubungan dengan janji kepada toke beras itu.
“Kami berharap kepada ayah agar segera kembali dan melunasi janjinya itu. Saat ini mamak sakit dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen,” pintanya.
Saat meninggalkan rumah, ayah mereka memakai kaos hitam, celana jeans hitam dan membawa sepeda motor BeAT merah putih
“Bagi yang melihat dan mengetahui keberadaan Amir Bin Nurdin, harap menghubungi keluarga dengan nomor kontak 082266490655,” harap mereka.(Ihkwati)










