KABAR BIREUEN – Karena sering kehilangan uang di kotak amal akibat di kuras maling, pengurus Masjid Jamik Istiqamah Leubu Mesjid, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen menitip pesan kepada pencuri, Minggu (1/11/2020).

Pesan yang disampaikan ditempel di tiang bangunan masjid dekat kotak amal dengan tulisan “Uang Sudah Kosong, Jangan Dibongkar Lagi Ya “.

Aksi pencuri membongkar kotak amal (Celengan) dengan memotong gembok di Masjid Jamik Istiqamah sudah lima kali terjadi, dua kali terakhir kebobolan pada Kamis (30/4/ 2020) dan terakhir Jumat (9/10/ 2020).

“Mereka kelihatannya hanya mengincar celeng saja yang lain tidak,” papar Husaini salah seorang pengurus masjid.

Imbauan yang sengaja ditempel tersebut, menurut pengurus adalah untuk mengingatkan saja kalau di dalam celeng tidak ada lagi uang karena telah di ambil panitia masjid.

“Pesan ini sengaja kami tempel agar pencuri tidak repot – repot membongkar gembok, dengan demikian kami juga tidak lagi mengeluarkan dana untuk membeli kunci pengaman baru,” ucap Nazar pengurus lainnya.

Kondisi ini membuat masyarakat kesal dan heran, seperti M.Kamal Gandapura pada status di akun Face booknya berujar setelah pada, Sabtu ( 24/10/ 2020) celeng masjid Multazam,Cot Puuk, Gandapura kembali digondol maling.

” Ka Icue lom celeng masjid,” ucap M.Kamal.

Berselang lima hari kemudian, Kamis (29/10/ 2020 ) aksi serupa juga terjadi di Masjid Besar Baitussaadah, Ulee Gle, Makmur.

Maimun Ulmak warga Ulee Gle berkata di akun facebooknya.

” Seburuk apa kita dan sejahil apapun kita, janganlah mencuri kotak amal mesjid karena itu sedekah orang untuk membangun rumah Allah,” ungkap status Maimun dengan nada kesal.

Keprihatinan yang di alami warga cukup beralasan,pasalnya kejadian bukan kali ini saja, bahkan ditempat – tempat lain juga sering dikuras sedekah hamba Allah tersebut .

“Sekarang kotak amal hasil jarahan sering dibuang di pinggir jalan,” ujar Fauzan.

Menyangkut aksi pencurian yang targetnya kotak amal masjid, masyarakat berharap kepada pihak keamanan di Kabupaten Bireuen agar dapat mengendus pergerakan mereka, sehingga aksi seperti ini tidak lagi terulang .

“Kami berharap kepada pihak kepolisian agar dapat mengawasi pergerakan mereka, supaya aksi pencurian celeng masjid tidak ada lagi,” pinta Tgk. Razali. (Faisal Ali)

BAGIKAN