Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat,SH, SIK, M Si bersama jajarannya sedang menabur bunga di Makam Kolonel Husin Yusuf dan Letda Ummi Salmah saat melaksanakan ziarah Senin, (29/6/2020).

KABAR BIREUEN –  Menyambut Hari  Bhayangkara ke 74, 1 Juli 2020, Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat,SH, SIK, M Si  bersama jajarannya melaksanakan upcara ziarah ke Makam Pahlawan Kolonel Husin Yusuf di pemakaman keluarga Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Senin pagi, (29/6/2020).

Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat, SH, SIK, M Si bertindak sebagai Inspektur Upacara dan AKP Sufli Kapolsek Kota Juang bertindak sebagai Komandan Upcara.

Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Polres Bireuen dalam rangka memperingati hari ulang tahun bhayangkara dan hari-hari besar lainnya serta untuk mengenang jasa/perjuangan para pahlawan nasional.

Pelaksanaan upacara dan ziarah kubur makam tersebut dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan menggunakan masker mengingat situasi pandemi covid-19.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Bireuen diikuti Waka Polres Bireuen, para Kabag Polres Bireuen, para Kasat, para Kasi, para Kapolsek, para perwira dan personil Polres Bireuen.

Pelaksanaan ziarah kubur makam pahlawan merupakan agenda tahunan Polres Bireuen dalam rangka memperingati hari ulang tahun bhayangkara dan hari-hari besar lainnya dan mengenang jasa/perjuangan para pahlawan yang telah meraih kemerdekaan negara Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaan kegiatan ziarah makam pahlawan tetap mematuhi protokol kesehatan mengingat situasi pandemi covid-19.

Kapolres beserta seluruh peserta upacara usai upacara pokok melanjutkan dengan acara tabur bunga di pemakamam Kolonel Husin Yusuf dan Letda Ummi Salmah.

Hal itu sebagai menghormati jasa pahlawan yang telah cukup berjasa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajah Belanda dan Jepang untuk dinikmati anak cucunya.

Sumber Legiun Veteran Kabupaten Bireuen menjelaskan,  alm Kolonel Husin Yusuf putera kelahiran Desa Blang Bladeh Kecamatan Jeumpa  tahun 1901, berawal dari seorang guru Sekolah Rakyat merangkap wartawan pejuang.

Tahun 1937  meninggalkan tugas guru bergabung menjadi  Tentara Keamanan Rakyat (TKR) kemudian berubah nama menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia) dengan pangkat Letnan Kolonel menjabat sebagai Panglima Divisi Gajah-I/Atjeh.

Setelah pangkatnya naik menjadi Kolonel,  3 Juni 1947 TRI berubah nama menjadi TNI.  Divisi Gajah-I dan Divisi Gajah-II ;Atjeh digabung menjadi Divisi X Komandemen Sumatera Langkat dan Tanah Karo semula  berkedudukan di Bah Jambi dipindahkan ke Kutaradja dibawah pimpinan Kolonel Husin Yusuf.

Meletusnya agresi Belanda kedua tahun 1948 Divisi X di Kutaradja dipindahkan ke Bireuen bermarkas di Pendopo Bupati Bireuen sekarang.

Sejak bermarkasnya TNI Divisi X di Bireuen, sejak itu Bireuen mendapat julukan “Kota Juang” mengatur strategi Militer Atjeh melawan agresi Belanda yng sudah menguasai Sumatera Timur 1947-1948.

Kolonel Husin Yusuf merupakan sosok Panglima yang sangat disiplin disegani bawahan dan ditakuti lawan dimasa Revolusi Belanda, Jepang da Agresi Belanda 1947-1948.

`Usai mengikuti pendidikan Militer Sesko di Jogyakarta tahun 1949, pada tahun 1950 Keputusan Presiden RI Serikat Soekarno Nomor 472/M/ 1950 Kolonel Husin Yusuf diperbantukan sebagai Wakil Kepala Staf Mabes Angkatan Darat  atas jasanya yang luar biasa dalam perjuangan gerilya membela kemerdekaan negara.(H.AR Djuli).

BAGIKAN