KABAR BIREUEN – Farhan Husen, SE, Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen diduga gunakan kendaraan roda dua jenis trail milik Dinas Pertanian setempat untuk menyalurkan hobinya bidang olahraga adventure.
Kabar Farhan Husen gunakan aset Dinas Pertanian (Distan) untuk menyalurkan hobinya menyusuri belantara lewat olahraga adventure diungkapkan oleh salah satu sumber dari kalangan Distan Kabupaten Bireuen, Selasa (26/9/2017).
Menurut sumber tersebut, kendaraan roda dua itu sebenarnya untuk kegiatan operasional Bidang Kehutanan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bireuen (sekarang sudah dileburkan ke Distan).
Ditambahkannya, kendaraan trail tersebut berpindah ke tangan Farhan sejak tahun 2015 silam ketika olahraga adventure pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Bireuen.
“Kalau tidak salah, semasih Farhan menjabat Kabag Humas Setdakab Bireuen honda itu diambilnya, namun saya tidak tau statusnya, apakah pinjam pakai atas nama dinas atau pribadi,” ungkap sumber yang minta jati dirinya dirahasiakan.
Hal lain juga dikatakannya, sudah tiga kali Farhan disurati untuk pengembalian aset tersebut, namun tidak pernah digubrisnya.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Ir. Syahrul yang ditanya perihal tersebut via telepon selularnya, kepada Kabar Bireuen membenarkan.
“Kendaraan trail itu berada di tangan Farhan semasa masih ada Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Dan memang sekarang aset itu tercatat di dinas kami,” ungkapnya.
Sementara Farhan Husen yang dihubungi via telepon selulernya juga tidak menampik, bahwa ada kendaraan roda dua jenis trail milik Distan Kabupaten Bireuen masih ada di tangannya.
“Ya. Kendaraannya masih ada sama saya, dan rencana mau saya kembalikan dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Menurutnya, kendaraan tersebut mulai digunakan pada penghujung masa jabatannya sebagai Kabag Humas Setdakab Bireuen.
Ketika ditanya apakah kendaraan milik pemerintah itu digunakan untuk mengikuti kegiatan adventure yang diselenggarakan di sejumlah tempat, namun Farhan sang mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini membantahnya. “Kendaraan itu saya gunakan untuk kegiatan lapangan di BPBD,” kilahnya. (Rizanur)











