KABAR BIREUEN – Gelaran freediving yang berlangsung di Sabang secara resmi dibuka, yang berlangsung di Aula Mata Ie Resort, Sabtu (2/11/2019).

Sabang International Freediving Competition (SIFC) 2019 merupakan salah satu kegiatan diving yang berkelanjutan pasca event akbar Sail Sabang 2017.

“Kegiatan ini digelar untuk memperkuat promosi potensi wisata bawah laut Sabang dan mendongkrak perekonomian setempat,” kata Kadisbudpar Aceh yang diwakili oleh Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani.

Sebanyak 40 freediver dari luar negeri dan 40 kru ikut hadir dalam gelaran kali ini. Mereka berasal dari sejumlah negara, seperti Korea, Malaysia, Taiwan, Meksiko, Eropa, Amerika, Selandia Baru dan lain sebagainya.

“Secara ekonomi, setiap harinya peserta bisa mengeluarkan pengeluaran sekitar USD 80. Secara matematis dengan jumlah peserta dan kru dikalikan dengan jumlah hari mereka menetap di Sabang, maka perputaran ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, belum lagi biaya training yang mereka keluarkan setiap kali mereka melakukan penyelaman sekitar USD 35,” kata Rahmadhani.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang, Faisal, berharap dengan adanya event ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan semakin mengukuhkan posisi Sabang sebagai gerbang destinasi wisata bahari di mata dunia Internasional.

Selain itu, untuk menyukseskan event ini, Pemko Sabang turut memeriahkan dengan sejumlah kegiatan mulai dari Bazar Wisata dan ragam hiburan kesenian daerah.

Faisal mengatakan, para freedivers yang berkompetisi datang bersama kru dan keluarganya. Mereka sengaja datang lebih awal untuk menyiapkan diri sebelum kompetisi dilangsungkan.

Ia menambahkan, para peserta Sabang Freedive 2019 merupakan atlet-atlet pengukir prestasi kelas dunia.

Pada tahun ini, SIFD akan mempertandingkan tiga kategori utama, seperti Constant Weight, Free Immersion (FIM) dan Constant Weight No Fins (CNF). (REL)

 

 

 

BAGIKAN