RSUD dr Fauziah Bireuen

KABAR BIREUEN–Kendati masih mengalami kendala tertunggaknya dana BPJS untuk RSUD dr Fauziah Bireuen sekitar Rp 25 Miliar lebih, sehingga mengakibatkan manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen kesulitan apoh apah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Namun tidak ada alasan,  pelayanan kesehatan masyarakat di RSUD dr Fauziah Bireuen terhenti.  Meski dalam kondisi  apoh apah, manajemen RSUD dr Fauziah terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan untuk kebutuhan masyarakat secara maksimal.

Direktur RSUD  dr Fauziah Bireuen dr Mukhtar Mars menjelaskan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Jum’at (25/10/2019).

Dikatakan, RSUD dr Fauziah Bireuen memiliki sejarah yang cukup panjang didirikan sejak zaman Belanda tahun 1928.  Sejak 20 Agustus 2014 RSUD dr Fauziah Bireuen ditingkatkan sratusnya menjadi RSU kelas B.

Sebagai Rumah Sakit rujukan, tidak hanya melayani pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bireuen, turut juga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten tetangga, termasuk pelayanan kesehatan sakit jiwa di Unit Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Psikologi RSUD dr Fauziah.

Dikatakan, fasilitas ruang rawat inap RSUD dr Fauziah memilki 350 tempat tidur, dilengkapi dengan  tenaga dokter spesialis, dr umum, perawat, bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat  untuk kebutuhan 200 – 300 pasien rawat jalan dan rawat inap setiap hari terus ditingkatkan secara maksimal.    

RSUD dr Fauziah Bireuen dengan status kelas B dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat memilIki 51 dokter spesialis terdiri dari spesialis anak 3 orang, spesialis obgyn 4 orang, spesialis penyakit dalam 5 orang, spesialis bedah 4 orang, spesialis anatomi 3 orang,” jelasnya.

Sepesialis Radiologi 1 orang, spesialis Patologi klinik 2 orang, spesialis Patologi Anatomi 1 orang, Rehabilitasi Medis 1 orang, spesilis Gizi Klinik 1 orang, spesialis mata 4 orang, spesialis THT 2 orang, spesialis saraf 4 orang, spesialis jantung dan pembuluh darah 1 orang.  

Spesialis kulit dan kelamin 1 orang, spesialis kesehatan jiwa 1 orang, spesialis paru 3 orang, spesialis Urologi 1 orang, spesialis Kedokteran Forensik  1 orang, Sub Spesialis bedah 1 orang, Sub Spesialis Penyakit Dalam 1 orang, sub spesialis anak 1 orang,  sub spesialis Obgyn 1 orang, spesilis bedah mulut 1 orang, spesialis konvervasi gigi 1 orang dan spesialis Orthodinti 1 orang. 

“Sementara dr spesailais bedah plastik dan bedan saraf belum ada,” sebutnya.

Sedangkan Dokter Umum 31 orang, dokter gigi 4 orang, perawat 368 orang, bidan 111 orang, Apoteker 13 orang, Farmasi 27 orang, tenaga lain-lain, 473 orang dengan total tenaga medis dan non medis RSUD dr Fauiah Bireuen sebanyak  1028 orang, terdiri dari 541 orang status PNS dan 487 non PNS. (H.AR Djuli).

BAGIKAN