Plt Kadinkes Bireuen, dr Irwan A Gani

KABAR BIREUEN – Meskipun hingga Jumat (15/5/2020), masyarakat Kabupaten Bireuen masih aman dari penyebaran virus corona (Covid-19), diharapkan tetap patuh kepada imbauan pemerintah. Jangan sampai lalai dalam menjaga diri dan keluarga dari virus corona.  

Hal ini disampaikan Plt Kadinkes Bireuen, dr Irwan A Gani, selaku Kabid Penanganan Kesehatan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bireuen, kepada Kabar Bireuen di ruang kerjanya, terkait kondisi Covid-19 di Kabupaten Bireuen hingga Jumat (22/5/2020).

Dikatakannya, hingga hari Jumat (15/5/2020), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada dan belum ada satu orang pun warga yang terjangkit virus corona dirawat di RSUD dr Fauziah Bireuen.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) 2 orang, dikarantina di Cot Batee Geulungku hanya tinggal satu orang. Dalam waktu dekat orang tersebut sudah dapat dibebaskan dari karantina dan diperbolehkan pulang ke rumahnya.

Selama Covid-19, pihak Dinas Kesehatan di lokasi karantina Cot Batee Geulunggku, diturunkan 24 petugas kesehatan. Setiap hari bertugas secara bergiliran satu dokter, 2 perawat dan seorang sopir ambulance untuk menangani ODP yang menjalani karantina.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Bireuen Husaini,SH, MM

“Orang Tak Ada Gejala (OTG) sebanyak 13 orang dan traveller atau orang yang pulang dari perantauan, baik dari luar Aceh maupun dari luar negeri sebanyak 133 orang, dikarantina di rumah masing-masing. Dalam waktu dekat akan berakhir masa kerantina, semuanya dalam keadaan sehat,” sebut dr Irwan A Gani.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bireuen, Husaini, SH, MM yang ditemui di sekretariat tim tersebut kepada Kabar Bireuen menyebutkan, meskipun Bireuen masih dalam keadaan aman Covid-19, masyarakat harus tetap patuh kepada imbauan pemerintah. harus menjaga diri dan keluarga dari terjangkitnya virus corona.

Setiap keluar dari rumah harus memakai masker. Jangan berkunjung ke tempat keramaian, karena di tempat keramaian kemungkinan ada orang-orang yang pulang dari luar Aceh daerah atau luar negeri di daerah terjangkit virus corona, akan terpapar virus mematikan tersebut dan kemudian menular kepada warga lainnya.

“Kepada warga Aceh yang baru pulang dari perantauan, wajib melapor kepada keuchik masing-masing. Melapor itu bukan bertujuan untuk dikucilkan, akan tetapi untuk mencegah penyebaran virus corona. Tujuannya, untuk menjaga keselamatan diri, keluarga dan orang lain,” harap Husaini. (H. AR Djuli /*)

BAGIKAN